Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan akan mencopot belasan pejabat di Kementerian Pertanian (Kementan) dalam waktu dekat. Langkah ini disebut berkaitan dengan penindakan praktik mafia pangan, bahkan menyasar pejabat setingkat eselon I.
Pernyataan itu disampaikan Amran di kediamannya di Jakarta. "InsyaaAllah, doakan.Jadi nanti saya sampaikan," ungkap Amran, di kediamannya di Jakarta, dikutip Senin (3/8/2026).
Ia menegaskan pembersihan internal dilakukan terhadap pihak yang melanggar, termasuk dugaan korupsi dan keterlibatan dalam mafia pangan. "Bukan saja kami tindaki di luar, yang korupsi, yang mafia juga dalam (Kementerian) Pertanian kami bersihkan. Kami dapat, kami beresin. Jadi, ya doakan," beber dia.
Advertisement
ASN Berinisial C Dipecat, Kini DPO Polisi
Amran mengungkapkan telah memecat seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial C di lingkungan Kementan. Surat pemecatan ditandatangani pada 7 Mei 2026. "Kami baru tanda tangan pemecatannya tanggal 7 Mei 2026, kami berhentikan inisialnya C, sekarang DPO," kata Amran di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Amran, pegawai tersebut diduga terlibat dalam pengambilan sejumlah uang. Ia berharap aparat segera menangkap yang bersangkutan. "Kalau dia mengambil uang sudah ditemukan tapi mudah-mudahan ditangkap dan menunjuk lagi siapa temannya di (Kementerian) Pertanian dan di luar," ujarnya.
Amran menyebut penanganan perkara di sektor pertanian terus berjalan. "Penegakan hukum di sektor pertanian manakala ada bermain-main. Nah alhamdulillah kita juga sudah lakukan, sudah ada tersangka 76 dan yang menarik juga tidak kalah pentingnya adalah perangi mafia," tutur Amran.
Advertisement
Amran Pernah Copot 192 Pejabat Pada Awal 2026
Sebelumnya, pada awal 2026, Amran mencopot 192 pejabat Kementan. Kebijakan ini disebut sebagai langkah tegas untuk mempercepat swasembada pangan nasional, berdasarkan evaluasi kinerja dan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kegiatan Panen Raya di Cilebar, Kawarang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026), Amran menyampaikan, "Yang kami copot dari kementerian, baik pejabat luar maupun dalam, total ada 192 orang dalam satu tahun. Ada yang kami pecat, bahkan ada yang sampai masuk penjara," ujar Amran dalam Acara Panen Raya, di Cilebar, Kawarang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).
Ia menekankan alasan pencopotan berkaitan dengan kinerja yang tidak optimal, ketidakpatuhan terhadap perintah, serta hambatan terhadap program strategis sektor pangan. "Jika kinerjanya tidak baik dan main-main, harus dicopot. Perintah bapak presiden ‘kamu harus dicopot’. Kami hanya menjalankan perintah Presiden," tegasnya.