PT Saka Energi Indonesia (SAKA), perusahaan hulu migas bagian dari PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, menunjukkan komitmen kuat dalam kegiatan eksplorasi. Fokus utama SAKA adalah Wilayah Kerja (WK) Pekawai di Kalimantan Timur. Langkah ini bertujuan menemukan cadangan migas baru demi mendukung ketahanan energi nasional.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, SAKA merencanakan pengeboran satu sumur eksplorasi pada kuartal III-2026. Ini merupakan langkah strategis untuk membuka potensi sumber daya migas baru di wilayah operasinya. WK Pekawai dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk eksplorasi migas.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menyatakan bahwa WK Pekawai adalah aset eksplorasi strategis. “Melalui berbagai kegiatan eksplorasi yang dilakukan secara bertahap dan terukur, kami berupaya memaksimalkan potensi migas di wilayah kerja ini,” ujarnya dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Advertisement
Advertisement
Komitmen SAKA dalam Menemukan Cadangan Migas Baru
SAKA, sebagai perusahaan hulu migas di bawah payung PGN, berkomitmen penuh terhadap kegiatan eksplorasi. Perusahaan ini berupaya keras untuk menemukan cadangan migas baru yang vital bagi ketahanan energi Indonesia. Rencana pengeboran sumur eksplorasi pada kuartal III-2026 menjadi bukti nyata komitmen tersebut.
Langkah strategis ini diharapkan dapat membuka potensi sumber daya migas yang belum terjamah di WK Pekawai. Fuji Koesumadewi menegaskan bahwa WK Pekawai merupakan salah satu aset eksplorasi penting. Prospeknya dinilai sangat menjanjikan untuk pengembangan migas di masa depan.
Upaya ini sejalan dengan visi SAKA untuk memaksimalkan potensi migas di wilayah kerjanya. Kegiatan eksplorasi dilakukan secara bertahap dan terukur. Hal ini memastikan efisiensi dan efektivitas dalam pencarian cadangan baru.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan Wilayah Kerja Pekawai oleh SAKA
SAKA mengelola WK Pekawai melalui entitas anak perusahaannya, PT Saka Energi Sepinggan. Sejak dipercaya pemerintah melalui SKK Migas pada 16 Mei 2018, SAKA telah menjadi operator dengan skema gross split. Kepercayaan ini mendorong SAKA untuk terus mengembangkan potensi WK Pekawai.
Wilayah eksplorasi WK Pekawai mencakup area seluas 1.555 km². Area ini meliputi baik daratan (onshore) maupun lepas pantai (offshore), menunjukkan cakupan yang luas. Dalam menjalankan komitmen eksplorasinya, SAKA secara konsisten melaksanakan berbagai kegiatan, termasuk studi geologi dan geofisika.
Studi-studi ini telah berhasil mengidentifikasi dua prospek utama. Prospek tersebut adalah Prospek Saka Manpatu (SM)-1 dan Prospek Hanna, keduanya berada di area lepas pantai WK Pekawai.
Advertisement
Advertisement
Identifikasi Prospek dan Sinergi Strategis
Sejak tahun 2022, SAKA telah menjalin sinergi dengan Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Kolaborasi ini bertujuan untuk mematangkan kedua prospek utama yang telah teridentifikasi. Upaya sinergi ini semakin diperkuat pada tahun 2024 dengan diperolehnya persetujuan Perpanjangan Jangka Waktu Eksplorasi (PJWE) hingga 15 Mei 2028.
Persetujuan PJWE memberikan ruang yang lebih luas bagi SAKA untuk melaksanakan program eksplorasi yang lebih komprehensif. Pada awal tahun 2026, perusahaan memperoleh persetujuan dari PGN untuk melaksanakan pengeboran sumur appraisal SM-1. Pengeboran ini ditargetkan mencapai kedalaman sekitar 12.000 kaki sebagai bagian dari pemenuhan komitmen pasti eksplorasi.
Pengeboran sumur appraisal SM-1 diharapkan dapat membuktikan keberadaan sumber daya migas di WK Pekawai. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan melalui skema unitisasi dengan PHM. Survei geologi dan geokimia di area darat juga sedang dilaksanakan dan ditargetkan rampung pada tahun 2026.
Advertisement
Advertisement
Potensi Geologis dan Prospek Pengembangan WK Pekawai
Potensi WK Pekawai semakin menjanjikan berkat karakteristik geologisnya. Wilayah ini memiliki kesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola oleh PHM, yang telah memiliki Plan of Development (POD). Sekitar 10 hingga 24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai.
Hal ini mengindikasikan bahwa hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu kemungkinan besar meluas hingga ke area WK Pekawai. Posisi strategis WK Pekawai juga sangat mendukung prospeknya. Wilayah ini terletak di antara sejumlah lapangan migas produktif seperti Manpatu, E. Mandu, dan Jempang Metulang.
Fuji Koesumadewi menambahkan bahwa lokasi tersebut semakin memperkuat prospek WK Pekawai sebagai aset eksplorasi strategis SAKA. WK Pekawai berpotensi besar untuk memberikan tambahan sumber daya migas bagi Indonesia di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews