BBRMP Maluku Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Lewat Pelatihan Poligon Lahan Pertanian Digital

Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku melatih puluhan penyuluh di Seram Bagian Barat dalam Pelatihan Poligon Lahan Pertanian menggunakan aplikasi digital, bertujuan mempercepat pendataan dan pemetaan lahan yang lebih akurat dan modern

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BBRMP Maluku Tingkatkan Kapasitas Penyuluh Lewat Pelatihan Poligon Lahan Pertanian Digital
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku melatih puluhan penyuluh di Seram Bagian Barat dalam Pelatihan Poligon Lahan Pertanian menggunakan aplikasi digital, bertujuan mempercepat pendataan dan pemetaan lahan yang lebih akurat dan modern (AntaraNews)

Pada Sabtu, 1 Agustus, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku menggelar pelatihan penting bagi 31 penyuluh pertanian di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku. Pelatihan ini berfokus pada pembuatan poligon lahan pertanian menggunakan aplikasi Field Measure Area. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BBRMP Maluku untuk mendukung pendataan dan pemetaan lahan berbasis teknologi digital di wilayah tersebut.

Pelatihan berlangsung di Kecamatan Kairatu, Ambon, dan diikuti oleh penyuluh dari lima Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) berbeda. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyuluh dalam menghasilkan data luas lahan yang lebih presisi. Dengan demikian, diharapkan dapat mendukung penyusunan program serta pengambilan kebijakan yang lebih tepat di sektor pertanian.

Kepala BBRMP Maluku, Gunawan, menegaskan pentingnya penguasaan aplikasi Field Measure Area bagi para penyuluh. “Penguasaan aplikasi Field Measure Area akan membantu penyuluh menghasilkan data luas lahan yang lebih akurat, sehingga dapat mendukung penyusunan program dan pengambilan kebijakan di sektor pertanian,” ujarnya di Ambon.

Peningkatan Kapasitas Penyuluh Melalui Aplikasi Digital

Pelatihan ini membekali para peserta dengan kemampuan praktis dalam membuat poligon menggunakan aplikasi Field Measure Area. Aplikasi ini memungkinkan pengukuran dan pemetaan lahan pertanian secara lebih akurat dan efisien. Hasil pemetaan yang presisi ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk penyusunan data pertanian yang komprehensif.

Selain itu, data akurat dari pemetaan lahan ini juga krusial untuk perencanaan program pertanian yang efektif, pelaporan yang transparan, hingga pengambilan keputusan strategis di lapangan. Peserta pelatihan tidak hanya menerima materi teori di dalam kelas, tetapi juga langsung mempraktikkan penggunaan aplikasi tersebut di lokasi pertanian di Kecamatan Kairatu. Metode pembelajaran yang memadukan teori dan praktik ini dirancang untuk mempermudah penyuluh dalam menguasai teknologi digital.

Tiga puluh satu penyuluh yang berpartisipasi berasal dari BPP Seram Barat, BPP Huamual, BPP Taniwel, BPP Taniwel Timur, dan BPP Waesala. Kegiatan ini turut dihadiri Kelasi Penyuluh Pertanian CWS Provinsi Maluku, Hamid, serta Kepala Tim Kerja Penyuluh Pertanian CWS Kabupaten Seram Bagian Barat, Bertha.

Komitmen BBRMP Maluku untuk Pertanian Modern

BBRMP Maluku menunjukkan komitmen kuatnya untuk terus meningkatkan kapasitas penyuluh pertanian sebagai garda terdepan pendampingan petani. Melalui kegiatan semacam ini, BBRMP Maluku berupaya mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berbasis teknologi di Provinsi Maluku. Transformasi ini diharapkan dapat membawa dampak positif signifikan bagi kesejahteraan petani.

Penyuluh diharapkan dapat mengaplikasikan keterampilan baru ini secara langsung saat mendampingi petani di wilayah binaan masing-masing. Penerapan teknologi digital dalam pendataan dan pemetaan lahan pertanian akan membuat proses menjadi lebih cepat, akurat, dan relevan dengan perkembangan zaman. “Kami berharap seluruh penyuluh dapat menerapkan keterampilan ini saat mendampingi petani di wilayah binaannya, sehingga proses pendataan dan pemetaan lahan pertanian menjadi lebih cepat, akurat, dan berbasis teknologi,” tambah Gunawan.

Inisiatif seperti Pelatihan Poligon Lahan Pertanian ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Dengan data yang valid dan terukur, pemerintah daerah maupun pusat dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran. Hal ini pada akhirnya akan mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing pertanian di Maluku.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi