Syngenta Indonesia Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan dengan Biostimulan Cuprinomat

PT Syngenta Indonesia memperkuat komitmen pada Inovasi Pertanian Berkelanjutan melalui peluncuran biostimulan Cuprinomat, solusi baru bagi petani padi di tengah tantangan iklim.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Syngenta Indonesia Dorong Inovasi Pertanian Berkelanjutan dengan Biostimulan Cuprinomat
PT Syngenta Indonesia memperkuat komitmen pada Inovasi Pertanian Berkelanjutan melalui peluncuran biostimulan Cuprinomat, solusi baru bagi petani padi di tengah tantangan iklim. (AntaraNews)

PT Syngenta Indonesia kembali menegaskan dedikasinya dalam memajukan sektor pertanian melalui inovasi berkelanjutan. Perusahaan ini memperkenalkan biostimulan "Cuprinomat" sebagai terobosan baru untuk budidaya padi.

Langkah ini diambil untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan lingkungan, seperti perubahan iklim dan cekaman abiotik. Cuprinomat dirancang untuk meningkatkan proses alami tanaman dan toleransi terhadap kondisi lingkungan yang tidak ideal.

Peluncuran teknologi ini telah dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk yang terbaru di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Syngenta dalam mendukung produktivitas petani secara nasional.

Cuprinomat: Solusi Inovatif untuk Pertanian Padi

Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, menjelaskan bahwa biostimulan "Cuprinomat" dikembangkan untuk membantu meningkatkan proses alami tanaman serta toleransi terhadap cekaman abiotik. Cekaman abiotik meliputi kondisi lingkungan yang tidak ideal seperti suhu ekstrem, kekeringan, atau faktor nonhama lainnya.

Teknologi ini menonjolkan tiga manfaat utama yang sangat relevan bagi petani, yaitu solusi lengkap tepat, pertumbuhan memikat, dan hasil melompat. Manfaat-manfaat ini secara khusus dirancang untuk membantu petani dalam menghadapi berbagai tantangan budidaya di lapangan. "Kami menghadirkan solusi yang membantu tanaman tetap tumbuh optimal dalam berbagai kondisi, sehingga petani dapat memperoleh hasil yang lebih baik dan berkelanjutan," ujar Eryanto saat peluncuran biostimulan "Cuprinomat" di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

Cuprinomat mengombinasikan asam amino, asam humat, asam fulvat, serta nutrisi mikro komprehensif. Komponen-komponen ini bekerja secara sinergis untuk membantu mempercepat pertumbuhan tanaman. Selain itu, formulasi ini juga memperkuat ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan, mengoptimalkan penyerapan nutrisi, dan pada akhirnya mendukung hasil panen yang lebih tinggi.

Inovasi ini semakin relevan di tengah tantangan perubahan iklim yang menuntut praktik pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Dengan demikian, Inovasi Pertanian Berkelanjutan Syngenta melalui Cuprinomat diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi ketahanan pangan.

Jangkauan dan Dampak Positif Inovasi Pertanian Berkelanjutan Syngenta di Lapangan

Eryanto menyatakan bahwa perusahaan telah memperkenalkan teknologi biostimulan ini kepada petani di sejumlah wilayah. Wilayah tersebut meliputi Medan, Alahan Panjang, Lampung, Karawang, Indramayu, Grobogan, Jember, Lombok, Makassar, dan yang terbaru di Sidrap.

Di setiap titik singgah tersebut, Syngenta Indonesia mengadakan pertemuan intensif dengan para petani. Melalui kegiatan ini, perusahaan berhasil menjangkau total 500 petani untuk berbagi informasi mengenai manfaat dan cara penerapan teknologi biostimulan tersebut.

Berdasarkan pengamatan selama rangkaian kegiatan tersebut, Eryanto menegaskan bahwa tanaman yang diberi perlakuan teknologi biostimulan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik. Pertumbuhan ini terlihat signifikan dibandingkan dengan tanaman tanpa perlakuan. "Berdasarkan pengamatan selama rangkaian kegiatan, tanaman yang diberi perlakuan teknologi biostimulan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan tanaman tanpa perlakuan," ujarnya.

Jumaidi, seorang petani padi dari Sidrap, memberikan kesaksian positif mengenai penggunaan biostimulan ini. Menurutnya, tanaman yang diberi biostimulan tersebut tumbuh lebih baik dan ia yakin dapat menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil budidaya secara signifikan, mendukung Inovasi Pertanian Berkelanjutan Syngenta di tingkat lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi