Indonesia Shopping Festival 2026 (ISF 2026) akan berlangsung pada 7–23 Agustus 2026 di 407 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia. Ajang belanja ini berjalan selama 17 hari dengan rangkaian program promo dan hiburan.
Dibandingkan tahun lalu yang hanya 11 hari, durasi ISF 2026 diperpanjang untuk memberi ruang lebih bagi masyarakat, terutama kelompok menengah bawah, memanfaatkan harga yang lebih terjangkau melalui berbagai diskon.
Selain potongan harga hingga 80 persen, penyelenggara menyiapkan hadiah dan program tambahan. Informasi ini disampaikan Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja dalam Press Conference ISF 2026 di Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7/2026).
Advertisement
Digelar 7–23 Agustus di 407 Mal
Alphonzus merinci jadwal dan cakupan pelaksanaan ISF 2026 yang digelar serentak di pusat-pusat belanja.
"Indonesia Shopping Festival 2026 akan diselenggarakan pada tanggal 7 sampai dengan 23 Agustus 2026 di 407 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia," ujar Alphonzus dalam Press Conference ISF 2026 Kementerian Perdagangan, Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, hajatan belanja ini pada awalnya disiapkan sebagai bagian perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema yang lekat dengan pusat perbelanjaan.
"Awalnya adalah untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia, programnya belanja dan berbagai acara seperti wisata diskon, kemudian juga mengangkat produk lokal, produk dalam negeri dengan UMKM-nya dan kuliner, dan juga kegiatan pesta rakyat, hiburan serta perlombaan-perlombaan itu ada di pusat perbelanjaan," terang Alphonzus.
Menurutnya, beragam aktivitas tersebut akan dihadirkan di mal untuk menarik kunjungan sekaligus memberi ruang promosi bagi produk lokal dan UMKM.
Advertisement
Durasi Diperpanjang untuk Topang Daya Beli
Perpanjangan durasi dari 11 hari pada gelaran sebelumnya menjadi 17 hari pada 2026 ditujukan untuk memperkuat daya beli, terutama bagi kalangan menengah bawah.
"Dimaksudkan adalah untuk bisa lebih menopang daya beli masyarakat memberi kesempatan lebih kepada masyarakat khususnya yang di kelas menengah bawah begitu. Karena dengan banyak promo-promo diskon ini harga menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat di kelas menengah bawah," terang dia.
Alphonzus menjelaskan kondisi daya beli kelompok ini masih menghadapi tekanan, dipicu faktor global maupun situasi industri ritel di dalam negeri.
"Khususnya yang di kelas menengah bawah begitu yang dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami tekanan. Dan juga pada tahun ini, selain memang daya beli masyarakat kelas menengah bawah yang masih belum pulih normal, ada juga tekanan tambahan yaitu dari dampak global dan juga tentunya dari situasi dan kondisi di dalam negeri yang cukup banyak tantangannya di industri retail," ucap dia.
Dengan waktu pelaksanaan yang lebih panjang, penyelenggara menilai masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan memanfaatkan program promo yang ditawarkan.
Advertisement
Diskon hingga 80 Persen dan Hadiah Mobil Listrik
Selama ISF 2026, ritel peserta menyiapkan strategi penawaran, termasuk potongan harga besar di sejumlah kategori.
"Diskonnya itu sampai dengan, up to 80 persen. Dan tentunya tidak semua produk didiskon 80 persen, diskonnya bervariasi. Jadi memang retail akan punya strategi," ucap dia.
Selain diskon, beberapa pusat perbelanjaan menyediakan program hadiah bagi pengunjung. Hadiah utama yang disiapkan adalah mobil listrik.
"Tapi di luar diskon tersebut, pusat perbelanjaan memberikan berbagai macam hadiah tambahan. Hadiah utamanya itu adalah mobil listrik. Jadi selain diskon-diskon, juga banyak juga program-program promo yang diberikan oleh teman-teman retail," ucap Alphonzus.
Contoh program yang akan digelar antara lain midnight sale serta penawaran bundling.
"Misalkan tadi ada midnigt sale, kemudian juga misalkan buy one get two dan sebagainya begitu. Ditambah pusat belanja menambahkan hadiah. Hadiah ini ada berbagai macam," dia menambahkan.
Advertisement
Diharapkan Dongkrak Belanja dan Ekonomi
Alphonzus menyebut rangkaian program tersebut ditujukan untuk menarik lebih banyak pengunjung berbelanja dan diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
"Jadi ini dimaksudkan untuk lebih menarik lagi para penghujung, masyarakat untuk berbelanja. Jadi makanya kesempatan yang tadi saya sampaikan, kesempatannya luar biasa baik, begitu bagus, khususnya untuk masyarakat kelas menengah kebawah. Selain diskon, itu ada juga hadiah-hadiah tambahan," jelas Alphonzus.