Mengatasi masalah polusi membutuhkan komponen dan harus mengerti secara komprehensif apa penyebabnya.
Advertisement
Special Envoy for The Global Blended Finance Alliance (GBFA), Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa mengatasi masalah polusi udara tidak bisa hanya memakan waktu 1 tahun saja.
Menurutnya 1 tahun hanya bisa mengeluarkan rencana yang komprehensif untuk mengatasi masalah polusi tersebut.
"Bukan dalam 1 tahun kita bisa menyelesaikan masalah polusi," kata Mari kepada media, Jakarta, Jumat (8/9).
Perlu diketahui, sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa mengatasi masalah polusi udara tidak bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat. Dia menyebut butuh waktu sekitar 1 tahun baru bisa diselesaikan.
"Kita semua kerjakan sekarang begitu terintegrasi dan imbauan kita tak perlu saling salah-salahan. Karena ini nggak akan selesai dalam sebulan, dua bulan. It takes 3 months atau bahkan 1 tahun baru bisa selesaikan," kata Luhut beberapa waktu lalu, di Istana Kepresidenan.
Advertisement
Advertisement
"Apakah itu transportasi, batu bara, industri, apakah itu behavior kita di dalam bakar sampah dan seterusnya," terang Mari Elka.
Menurut Mari Elka, butuh rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang yang perlu disusun dan komitmen.
"Jangan hanya oke sekarang lagi heboh karena banyak orang sakit, terus saat udara membaik orang lupa," kata Mari Elka.
Advertisement
Advertisement
"Itu yang persis terjadi di Beijing, di New Delhi. Beijing itu switch di dalam komitmen dia di climate change begitu rakyatnya protes ketika Beijing begitu polluted," kata Mari Elka.
"1 tahun untuk menyusun dan memulai, yes. Tapi untuk menyelesaikan tentu tidak. Yang penting itu memulai dengan sesuatu yang terencana dan berdasarkan data dan evidence, apa penyebab utamanya," tambah Marie Elka.
Sebagai informasi, pemerintah China menyelesaikan persoalan polusi membutuhkan kurun waktu selama 20 tahun.