Untuk tiga rangkaian kereta impor tersebut, Anne menyampaikan bahwa pihaknya belum memutuskan dari negara mana rangkaian itu akan diimpor.
Advertisement
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengajukan dana pinjaman atau utang sebesar Rp3,6 triliun kepada bank himbara atau perbankan BUMN.
Dana ini akan digunakan untuk pengadaan 19 rangkaian kereta atau trainset untuk operasional Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.
Vice President Corporate Secretary KCI, Anne Purba mengatakan, pinjaman tersebut tengah diajukan oleh pihak KCI. Dia menyebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga memberikan dana sebesar Rp800 miliar.
Tak hanya itu, pihaknya juga mengusahakan mendapatkan dana dari Penyertaan Modal Negara (PMN).
Advertisement
"Sedang kita ajukan ya. Kita dari KAI-nya itu hampir Rp800 miliar. Nah sisanya ini yang akan kita perjuangkan baik dari PMN ataupun nanti dari sistem PSO (public service obligation)," kata Purba.
Perlu diketahui dari 19 traiset KRL baru terdiri dari tiga rangkaian kereta dari luar negeri atau impor dan 16 rangkaian dari PT INKA (Persero).
Untuk tiga rangkaian kereta impor tersebut, Anne menyampaikan bahwa pihaknya belum memutuskan dari negara mana rangkaian itu diimpor.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Direktur utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto mengatakan, penandatanganan kontrak pekerjaan retrofit sarana KRL ini merupakan upaya lanjutan dalam replacement 19 rangkaian sarana KRL yang dimiliki KAI Commuter secara bertahap mulai tahun 2023 tiga hingga 2026.
“Dalam peremajaan sarana KRL, KAI commuter akan melakukan proses provit sebanyak 19 rangkaian secara bertahap selama lima tahun ke depan,” ujar Asdo dalam acara Sosialisasi dan Konferensi Pers Update Pekerjaan Retrofit Sarana KRL, Jakarta, Senin (6/11).