Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua secara konsisten mendorong pengembangan ekosistem industri kelautan yang berkelanjutan. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di wilayah tersebut. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan memperkuat fondasi ekonomi daerah Papua secara menyeluruh.
Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri, pada Senin di Jayapura, menegaskan komitmen pihaknya dalam program ini. Ia mengungkapkan bahwa Pemprov telah mengusulkan sekitar 200 kampung nelayan untuk dikembangkan secara bertahap. Lebih dari separuh dari jumlah tersebut dinilai telah siap untuk tahap selanjutnya.
Kesiapan awal ini kini menunggu verifikasi lapangan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelum program dapat diimplementasikan secara penuh. Fakhiri menekankan bahwa pengembangan ini tidak hanya berfokus pada penangkapan ikan, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah melalui industri pengolahan hasil laut.
Advertisement
Advertisement
Pengembangan Kampung Nelayan dan Potensi Industri
Dari total usulan 200 kampung nelayan, Gubernur Fakhiri menyatakan bahwa lebih dari 100 kampung telah menunjukkan kesiapan awal yang menjanjikan. Saat ini, proses selanjutnya adalah menunggu hasil survei lapangan dan verifikasi resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memastikan kelayakan dan kebutuhan spesifik setiap lokasi.
Fakhiri menyoroti bahwa Provinsi Papua, sebagai provinsi induk, memiliki keunggulan signifikan dalam hal sumber daya alam dan infrastruktur. Potensi ini menjadi modal utama yang kuat untuk pengembangan sektor kelautan berbasis industri di masa mendatang. Pemanfaatan optimal dari keunggulan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengelolaan potensi laut di Papua tidak hanya akan difokuskan pada sektor penangkapan ikan tradisional. Sebaliknya, Pemprov Papua juga mengarahkan perhatian pada pembangunan industri pengolahan hasil laut. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi pada produk-produk kelautan Papua sebelum dipasarkan.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Nilai Tambah dan Integrasi Pembangunan
Gubernur Mathius D Fakhiri menjelaskan bahwa pihaknya akan memulai dari pengelolaan laut yang baik, tidak hanya terbatas pada aktivitas penangkapan. Fokus utama adalah membangun berbagai industri kelautan yang inovatif dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Capaian ekspor hasil laut dari Papua sebelumnya telah menunjukkan tren positif yang menggembirakan. Melalui penguatan sektor hulu hingga hilir, diharapkan tren peningkatan ini dapat terus berlanjut dan bahkan meningkat secara signifikan di masa depan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemprov Papua.
Sebagai bagian integral dari pengembangan ekosistem industri kelautan, Pemprov Papua juga akan mengintegrasikan pembangunan kampung nelayan merah putih. Program ini akan disinergikan dengan koperasi nelayan serta penyediaan fasilitas perumahan yang layak bagi masyarakat pesisir. Integrasi ini diharapkan menciptakan sistem yang komprehensif.
Advertisement
Fakhiri menegaskan bahwa pembangunan ini tidak berjalan secara parsial atau berdiri sendiri. Sebaliknya, seluruh elemen mulai dari pengembangan kampung nelayan, penguatan koperasi, hingga penyediaan perumahan akan terintegrasi secara holistik. Pendekatan terpadu ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat pesisir Papua.
Sumber: AntaraNews