Volume Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Melonjak Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Siapkan Rekayasa Lalin

Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa dengan lonjakan volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek, mencapai 1,48 juta unit hingga H-3 Lebaran, jauh di atas lalu lintas normal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Volume Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Melonjak Jelang Arus Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Siapkan Rekayasa Lalin
Arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa dengan lonjakan volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek, mencapai 1,48 juta unit hingga H-3 Lebaran, jauh di atas lalu lintas normal. (AntaraNews)

Volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek terpantau melonjak signifikan menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 1.483.703 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek dari H-10 hingga H-3 Idul Fitri 1447 H, atau pada periode 11-18 Maret 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 30,1 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal yang tercatat 1.140.021 kendaraan.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A Purwantono, menyampaikan bahwa volume kendaraan tersebut merupakan hasil pantauan dari empat gerbang tol (GT) utama, yaitu GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (arah Bandung), GT Cikupa (arah Merak), dan GT Ciawi (arah Puncak). Total kendaraan yang keluar Jabotabek ini merepresentasikan 42,0 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan akan keluar Jakarta selama periode 11-31 Maret 2026.

Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek dari H-10 hingga H-3 Lebaran 2026 telah mencapai 1.483.703 unit. Peningkatan ini sangat mencolok, yakni sebesar 30,1 persen jika dibandingkan dengan lalu lintas normal yang biasanya hanya 1.140.021 kendaraan. Angka tersebut juga menunjukkan bahwa hampir separuh dari proyeksi total 3,5 juta kendaraan yang akan meninggalkan Jakarta selama periode arus mudik telah terealisasi.

Peningkatan ini mengindikasikan bahwa masyarakat mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan puncak. Data ini menjadi acuan penting bagi pengelola jalan tol dan pihak terkait dalam mempersiapkan langkah-langkah antisipasi kepadatan lalu lintas. Jasa Marga terus memantau pergerakan kendaraan secara real-time untuk memastikan kelancaran arus mudik.

Distribusi lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek menunjukkan pola pergerakan mayoritas pemudik menuju arah timur. Sebanyak 788.710 kendaraan, atau sekitar 53,1 persen, bergerak menuju arah Trans Jawa dan Bandung. Sementara itu, 402.945 kendaraan (27,2 persen) menuju arah barat (Merak), dan 292.048 kendaraan (19,7 persen) menuju arah selatan (Puncak).

Secara spesifik, lalu lintas menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek mencatat 523.223 kendaraan, meningkat drastis sebesar 132,4 persen dari lalu lintas normal. Untuk arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, tercatat 265.487 kendaraan, meningkat 6,8 persen dari lalu lintas normal. Total kendaraan yang menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua gerbang tol tersebut adalah 788.710 kendaraan, meningkat 66,5 persen dari lalu lintas normal.

Arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak dilalui 402.945 kendaraan, meningkat 4,7 persen dari lalu lintas normal. Sedangkan, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi mencapai 292.048 kendaraan, meningkat 3,8 persen dari lalu lintas normal. Data ini menunjukkan disparitas peningkatan volume kendaraan di berbagai rute mudik.

Jasa Marga mencatat bahwa H-3 Lebaran 2026, atau Rabu (18/3/2026), menjadi puncak volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek melalui empat gerbang tol utama. Pada hari tersebut, tercatat 270.315 kendaraan, meningkat 98,3 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 136.326 kendaraan. Angka ini juga 4,62 persen lebih tinggi dibandingkan puncak tahun lalu, menjadikannya angka tertinggi lalu lintas meninggalkan Jabotabek pada arus mudik Lebaran 2026 sejauh ini.

Menanggapi lonjakan volume lalu lintas yang signifikan ini, Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas telah diberlakukan. Rekayasa lalu lintas berupa one way nasional dan contraflow diterapkan atas diskresi Kepolisian guna menjaga kelancaran arus mudik. Kebijakan ini merupakan respons terhadap data volume lalu lintas kendaraan yang meningkat drastis dari arah Jakarta menuju Semarang.

Pemberlakuan rekayasa lalu lintas ini didasarkan pada pantauan visual CCTV dan laporan petugas Kepolisian di lapangan. Langkah-langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan dan memastikan perjalanan pemudik tetap aman dan lancar. Jasa Marga terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian untuk menyesuaikan strategi rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi