Pemkab Nabire dan Pertamina Distribusikan 5.000 Liter Minyak Tanah Murah Jelang Idul Fitri

Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Pertamina menyalurkan 5.000 liter minyak tanah murah kepada masyarakat, sebuah upaya strategis menjaga stabilitas harga dan ketersediaan energi rumah tangga menjelang Idul Fitri 1447 H.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Nabire dan Pertamina Distribusikan 5.000 Liter Minyak Tanah Murah Jelang Idul Fitri
Pemerintah Kabupaten Nabire berkolaborasi dengan Pertamina mendistribusikan 5.000 liter minyak tanah murah kepada masyarakat, membantu memenuhi kebutuhan energi rumah tangga dengan harga terjangkau menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, bekerja sama dengan Pertamina, telah mendistribusikan sebanyak 5.000 liter minyak tanah murah kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dalam rangka Gerakan Pangan Murah menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, bertempat di Nabire. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan energi dengan harga terjangkau bagi warga di tengah persiapan hari raya.

Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, menyatakan bahwa penjualan minyak tanah murah ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah. Tujuannya adalah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan energi rumah tangga yang krusial dengan harga yang lebih mudah dijangkau. Hal ini sangat penting mengingat kebutuhan meningkat menjelang perayaan hari besar keagamaan.

Minyak tanah tersebut dijual dengan harga Rp4.000 per liter, jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran yang berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per liter. Untuk tahap pertama penyaluran, Pertamina menyiapkan kuota 5.000 liter dengan pembatasan maksimal 10 liter per warga yang membeli. Pembatasan ini dilakukan agar distribusi dapat merata dan menjangkau lebih banyak keluarga.

Pemerintah daerah Nabire aktif berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok, termasuk energi, bagi masyarakat. Penjualan minyak tanah murah Nabire ini menjadi salah satu program unggulan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga. Ketersediaan minyak tanah dengan harga terjangkau sangat membantu meringankan beban ekonomi rumah tangga, terutama menjelang Idul Fitri.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire menjadi penyelenggara utama kegiatan ini, menunjukkan peran penting lembaga tersebut dalam ketahanan pangan dan energi lokal. Program ini secara efektif memangkas selisih harga pasar, memberikan keuntungan finansial langsung kepada pembeli. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan berbagai program pro-rakyat.

Wakil Bupati Burhanuddin Pawennari menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menghadirkan program serupa. Ini dilakukan terutama pada periode menjelang hari besar keagamaan, ketika harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan signifikan. Inisiatif ini diharapkan dapat menekan laju inflasi lokal dan menjaga daya beli masyarakat.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan penjualan minyak tanah murah ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan pasar murah. Warga berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan minyak tanah dengan harga bersubsidi. Pembatasan pembelian 10 liter per orang memastikan pemerataan dan mencegah penimbunan.

Kuota 5.000 liter minyak tanah yang disiapkan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan memasak di rumah tangga, khususnya selama perayaan Idul Fitri. Respons positif dari warga menjadi indikator keberhasilan program ini dalam menjawab kebutuhan riil di lapangan. Ini juga memotivasi pemerintah untuk melanjutkan program serupa.

Melihat tingginya permintaan, kegiatan penjualan minyak tanah murah akan kembali dilaksanakan pada 16 Maret 2026. Lokasi distribusi lanjutan direncanakan di halaman Masjid Agung Al-Falah Nabire. Kesempatan kedua ini diberikan agar masyarakat yang belum sempat membeli pada tahap pertama tetap memiliki peluang memperoleh minyak tanah dengan harga terjangkau.

Kegiatan Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan di Nabire merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat. Arahan tersebut disampaikan melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah melaksanakan gerakan pangan murah untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Arahan Bapanas ini bertujuan untuk memastikan keterjangkauan harga bagi masyarakat, terutama menjelang hari raya keagamaan. Dengan adanya program ini, pemerintah daerah berperan aktif dalam mengendalikan inflasi dan menjamin ketersediaan kebutuhan pokok. Hal ini mencerminkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemkab Nabire tidak hanya menyediakan minyak tanah murah, tetapi juga komoditas pangan lainnya dengan harga terjangkau. Ini adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk menstabilkan harga komoditas pangan. Program ini menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat di masa-masa krusial.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi