Eropa Kena Batunya, Harga Gas Melonjak Tajam Usai Iran Menyerang Fasilitas LNG di Qatar

Produksi LNG di Qatar terpaksa dihentikan setelah serangan drone yang dilakukan oleh Iran.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon - Reporter
Eropa Kena Batunya, Harga Gas Melonjak Tajam Usai Iran Menyerang Fasilitas LNG di Qatar
Qatar merupakan salah satu penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (AP Photos/Maneesh Bakshi, File) (© 2026 Liputan6.com)

Produksi liquefied natural gas (LNG) di Qatar terpaksa dihentikan setelah Iran melancarkan serangan terhadap dua fasilitas operasional utama negara tersebut. Serangan ini merupakan bagian dari aksi balasan Teheran yang menyasar infrastruktur energi di negara-negara Teluk Persia.

Dikutip dari CNBC, Selasa (3/3/2026), pemerintah Qatar mengumumkan penghentian sementara produksi yang dilakukan demi alasan keamanan. Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Qatar mengungkapkan bahwa dua drone yang diluncurkan dari Iran telah menghantam fasilitas di wilayahnya, meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Perusahaan energi milik negara, QatarEnergy, menyatakan bahwa serangan tersebut terjadi di Ras Laffan Industrial City dan Mesaieed Industrial City, yang merupakan dua kawasan industri energi utama dan menjadi tulang punggung ekspor LNG Qatar. Qatar sendiri dikenal sebagai salah satu pemasok LNG terbesar di dunia, dengan sekitar 20% dari total ekspor LNG global berasal dari kawasan Teluk, terutama Qatar, yang dikirim melalui Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur pelayaran yang vital bagi perdagangan energi di seluruh dunia, sehingga insiden ini dapat berdampak signifikan terhadap pasokan energi global.

Harga Gas di Eropa Mengalami Lonjakan, Saham Perusahaan Energi Menguat

Iran Serang Fasilitas LNG Qatar, Harga Gas Eropa Melonjak Tajam
Qatar merupakan salah satu penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (AP Photos/Maneesh Bakshi, File) © 2026 Liputan6.com

Dampak langsung dari penghentian produksi sangat terasa di pasar global. Kontrak berjangka gas alam di Eropa mengalami lonjakan yang signifikan. Harga gas di Inggris melonjak sekitar 50%, sedangkan kontrak berjangka di Belanda meningkat lebih dari 45%.

Di sisi lain, di Amerika Serikat, saham perusahaan pengeskpor LNG juga mengalami kenaikan. Saham Cheniere Energy meningkat sekitar 6%, sementara saham Venture Global melonjak lebih dari 14%.

Serangan rudal yang diluncurkan oleh Iran ke beberapa sekutu AS di kawasan Teluk pada akhir pekan lalu adalah sebagai balasan atas serangan besar-besaran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, yang mengakibatkan tewasnya pemimpin tertinggi Republik Islam, Ayatollah Ali Khamenei.

Selain itu, sumber dari industri juga melaporkan bahwa kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco terkena serangan drone. Kilang tersebut dilaporkan ditutup sementara sebagai langkah pencegahan untuk menghindari kerugian lebih lanjut.

Pasokan Energi Global Terancam

LNG adalah gas alam yang telah didinginkan hingga mencapai suhu minus 260 derajat Fahrenheit, sehingga berubah menjadi bentuk cair. Proses ini memungkinkan LNG untuk diangkut menggunakan kapal tanker ke berbagai negara.

Gas alam sendiri banyak dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik di seluruh dunia. Namun, jika terjadi gangguan pada produksi dan distribusi LNG, terutama dari Qatar yang merupakan salah satu pemain utama, hal ini dapat menyebabkan tekanan lebih lanjut pada harga energi global.

Sekitar satu per lima dari total pasokan LNG dunia melewati Selat Hormuz. Oleh karena itu, apabila ketegangan di kawasan tersebut terus meningkat dan jalur pelayaran terganggu, risiko terjadinya krisis energi global akan semakin besar.

Saat ini, pasar sangat memperhatikan perkembangan konflik di Timur Tengah, karena jika eskalasi berlanjut, hal ini dapat memperburuk volatilitas harga energi dan berdampak negatif pada inflasi global. Dengan situasi yang tidak menentu ini, penting bagi negara-negara untuk memantau dan bersiap menghadapi kemungkinan krisis yang lebih luas.

Rekomendasi