PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Jayapura secara aktif memperkuat peran vital Pelabuhan Jayapura sebagai pintu gerbang utama perdagangan internasional. Langkah ini diambil melalui serangkaian transformasi layanan dan peningkatan kinerja operasional yang signifikan.
Penguatan ini bertujuan untuk mendorong aktivitas ekspor dan meningkatkan efisiensi logistik di wilayah timur Indonesia. Upaya tersebut diumumkan oleh Terminal Head Peti Kemas Jayapura, Agus Setiawan Nazar, di Jayapura pada Jumat.
Fokus utama dari inisiatif ini adalah digitalisasi sistem pelayanan serta percepatan proses bongkar muat barang. Hal ini diharapkan dapat menciptakan alur logistik yang lebih tertib, transparan, dan kompetitif.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Digital untuk Efisiensi Pelabuhan Jayapura
Pelindo Jayapura memperkenalkan sistem Single Truck Identification Data (STID) yang terintegrasi dengan barcode untuk mengidentifikasi kendaraan angkutan barang di area terminal. Inovasi ini merupakan bagian integral dari transformasi digital yang sedang dijalankan.
Penerapan STID memungkinkan perusahaan untuk melacak nomor truk secara jelas dan akurat, karena telah terintegrasi dengan sistem barcode yang sudah ada. Hal ini secara signifikan meningkatkan ketertiban dan transparansi dalam pelayanan di Pelabuhan Jayapura.
Menurut Agus Setiawan Nazar, digitalisasi ini krusial untuk meningkatkan efisiensi operasional. Langkah tersebut juga mendukung kelancaran arus logistik, yang merupakan faktor penting dalam persaingan global.
Advertisement
Advertisement
Percepatan Bongkar Muat dan Peningkatan Produktivitas
Selain fokus pada digitalisasi, Pelindo Jayapura juga berhasil memangkas waktu pelayanan bongkar muat barang secara drastis. Jika sebelumnya proses ini memakan waktu antara 28 hingga 30 jam, kini dapat diselesaikan rata-rata dalam 12 jam.
Percepatan waktu ini menjadi bukti komitmen Pelindo dalam meningkatkan produktivitas terminal. Hal ini juga bertujuan untuk memberikan pelayanan yang jauh lebih baik kepada para pengguna jasa Pelabuhan Jayapura.
Efisiensi yang dicapai melalui percepatan bongkar muat ini berdampak positif pada seluruh rantai pasok. Ini membantu mengurangi biaya logistik dan mempercepat perputaran barang, menjadikan Pelabuhan Jayapura lebih menarik bagi pelaku usaha.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif pada Aktivitas Ekspor Papua
Peningkatan layanan dan efisiensi operasional ini secara langsung berdampak pada aktivitas ekspor di Terminal Peti Kemas Jayapura. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 73 kontainer ekspor telah berhasil dilayani.
Kontainer ekspor tersebut terdiri dari 72 kontainer kayu olahan yang ditujukan ke Shanghai, serta satu kontainer ikan olahan dengan tujuan Amerika Serikat. Data ini menunjukkan potensi besar komoditas unggulan Papua di pasar internasional.
Melalui berbagai langkah strategis ini, Pelindo Jayapura sangat optimistis bahwa pelabuhan di wilayah tersebut akan semakin kompetitif. Hal ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perdagangan luar negeri, khususnya untuk komoditas unggulan dari Papua.
Advertisement
Sumber: AntaraNews