Menteri Trenggono: Kampung Nelayan Merah Putih Kunci Entaskan Kemiskinan di Lombok Timur

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lombok Timur menjadi solusi strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Trenggono: Kampung Nelayan Merah Putih Kunci Entaskan Kemiskinan di Lombok Timur
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lombok Timur menjadi solusi strategis untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir. (AntaraNews)

Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono baru-baru ini menyoroti peran vital pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Proyek ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Tujuannya adalah untuk secara signifikan mengurangi angka kemiskinan yang masih tinggi di wilayah tersebut.

Peninjauan KNMP Ekas Buana pada Jumat lalu menjadi momentum penegasan komitmen pemerintah. Trenggono menekankan bahwa fasilitas ini dibangun untuk kepentingan masyarakat pesisir. Fokus utamanya adalah memerangi angka kemiskinan yang saat ini mencapai sekitar 13 persen di Lombok Timur.

Kehadiran KNMP diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan perubahan ekonomi berkelanjutan. Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan secara drastis dalam dua tahun ke depan. Ini menunjukkan optimisme terhadap dampak positif dari inisiatif ini.

Trenggono menekankan pentingnya mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi setempat di Lombok Timur. Ini mencakup penangkapan ikan hingga pengembangan budidaya perikanan bernilai tinggi. Peningkatan produktivitas ini diharapkan secara langsung mendorong kenaikan kesejahteraan masyarakat nelayan di kawasan tersebut.

Salah satu fokus utama adalah mendorong nelayan untuk tidak lagi menjual benih bening lobster. Sebaliknya, mereka didorong untuk membudidayakannya agar memberikan nilai tambah yang lebih besar. Hal ini akan menghasilkan pendapatan yang lebih signifikan bagi para nelayan.

Apabila nelayan menghadapi kendala sarana seperti keramba, pemerintah siap memberikan dukungan. Mereka diminta untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah atau jajaran kementerian terkait. Fasilitas yang telah dibangun harus dijaga dan dimanfaatkan secara optimal demi perubahan ekonomi berkelanjutan bagi warga Ekas Buana.

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di daerahnya mencapai 13,43 persen dari total 1,5 juta penduduk. Komunitas nelayan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap angka tersebut. Keberadaan KNMP diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk permasalahan ini.

KNMP dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan berkapasitas 10 ton ikan yang sangat krusial. Fasilitas ini memungkinkan nelayan untuk menjaga harga jual saat hasil tangkapan melimpah. Dengan demikian, hasil tangkapan tidak perlu langsung dijual, melainkan bisa disimpan untuk menstabilkan harga dan meningkatkan keuntungan.

Pengendalian harga dan distribusi akan diperkuat melalui tata niaga berbasis koperasi. Sistem ini akan didukung penuh oleh pemerintah daerah dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih adil dan menguntungkan bagi nelayan.

KNMP Ekas Buana dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare milik pemerintah daerah. Proyek ini didukung oleh infrastruktur terpadu untuk menunjang aktivitas ekonomi nelayan. BUMN Adi Karya dipercaya sebagai pelaksana pembangunan kawasan tersebut.

Fasilitas yang dibangun di KNMP Ekas Buana sangat komprehensif. Ini meliputi kantor pengelola, gudang beku portabel, pabrik es portabel, dan kios pemasaran ikan. Tersedia juga kios perbengkelan, kios kuliner, balai pelatihan, serta shelter perbaikan jaring dan bengkel nelayan.

Selain itu, KNMP juga dilengkapi dengan docking kapal dan fasilitas umum seperti toilet, musala, dan tempat pembuangan sampah. Kelengkapan fasilitas ini dirancang untuk mendukung seluruh rantai nilai perikanan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan nelayan.

Bupati Haerul Warisin juga menyoroti besarnya kebutuhan konsumsi ikan di Lombok Timur. Kebutuhan ini terutama untuk memasok program andalan Presiden Prabowo Subianto, yaitu makan bergizi gratis (MBG). Permintaan ikan, udang, dan komoditas perikanan lainnya sangat tinggi.

Dengan populasi 1,5 juta jiwa dan lebih dari 250 titik MBG, kebutuhan ikan di Lombok Timur sangat besar. Keberadaan KNMP seperti di Ekas Buana menjadi sangat penting untuk memenuhi permintaan tersebut. Ini juga mendukung ketahanan pangan lokal dan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi