Perum Bulog menyatakan kesiapan penuh untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 33,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Program strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional dan meringankan beban masyarakat. Penyaluran bantuan beras Bulog ini direncanakan berlangsung selama Februari dan Maret 2026, dengan target awal pertengahan Maret.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa jumlah penerima bantuan kali ini meningkat signifikan dibandingkan program sebelumnya. Sebelumnya, bantuan serupa menjangkau sekitar 18 juta penerima manfaat, kini diperluas hingga mencapai lebih dari 30 juta KPM. Peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas cakupan bantuan pangan.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah telah menyepakati penyaluran bantuan ini. Bantuan akan diberikan sekali salur untuk alokasi dua bulan, yaitu Februari dan Maret 2026, dengan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun.
Advertisement
Advertisement
Perluasan Cakupan Penerima dan Data Kementerian Sosial
Program bantuan beras Bulog kali ini menargetkan peningkatan jumlah KPM secara drastis, mencapai 33,2 juta keluarga. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 81,9 persen dari jumlah penerima program serupa sebelumnya yang hanya sekitar 18,2 juta KPM setiap bulannya. Perluasan cakupan ini bertujuan menjangkau masyarakat desil I sampai IV, mirip dengan penerima program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).
Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa data penerima bantuan, termasuk di wilayah terdampak bencana, akan mengacu pada data terpadu yang disiapkan Kementerian Sosial (Kemensos). Bulog saat ini masih menunggu pemutakhiran data final dari Kemensos sebelum proses penyaluran dapat dilakukan secara nasional. Hal ini untuk memastikan bantuan pangan tersalurkan secara tepat sasaran dan efisien.
"Kan semua datanya dari Kementerian Sosial. Nanti kita tinggal nunggu data matengnya dari Kementerian Sosial," ujar Rizal. Pernyataan ini menekankan pentingnya validitas data dari Kemensos sebagai dasar penyaluran bantuan beras Bulog agar tidak terjadi tumpang tindih atau salah sasaran.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Logistik dan Estimasi Kebutuhan Bantuan
Untuk memenuhi kebutuhan program ini, Bulog memperkirakan kebutuhan beras mencapai sekitar 600 ribu ton. Perhitungan ini didasarkan pada alokasi 10 kilogram beras per KPM per bulan. Selain beras, program bantuan pangan ini juga menyalurkan minyak goreng sebanyak 2 liter per KPM per bulan, sehingga total kebutuhan minyak goreng mencapai 132,9 ribu kiloliter.
Bulog memastikan kesiapan logistik, termasuk pengadaan karung kemasan dan kesiapan distribusi, dalam kondisi aman dan mencukupi. Meskipun penyaluran belum dimulai, persiapan teknis terus dilakukan agar distribusi dapat berjalan lancar tanpa kendala. Kesiapan ini krusial mengingat skala program yang sangat besar.
Perusahaan menargetkan penyaluran dapat dimulai pada pertengahan Maret 2026, bertepatan dengan bulan Ramadhan. "Estimasi (penyaluran) nanti bulan-bulan Maret. Pertengahan Maret lah. Semoga pertengahan Ramadhan sudah tersalurkan untuk meringankan beban masyarakat," ucap Rizal. Target ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat selama bulan suci.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Pangan
Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, menyatakan bahwa penyaluran bantuan beras Bulog dan MinyaKita merupakan langkah strategis pemerintah. Tujuannya adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di seluruh Indonesia. Inisiatif ini menunjukkan respons pemerintah terhadap potensi gejolak harga pangan.
Pemerintah telah menyepakati bahwa bantuan pangan beras dan minyak goreng akan dilakukan sekali salur untuk alokasi dua bulan sekaligus. Setiap KPM akan menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih substansial bagi penerima.
Dengan anggaran sebesar Rp11,92 triliun, pemerintah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat. Program bantuan beras Bulog ini tidak hanya berfokus pada penyaluran, tetapi juga pada upaya jangka panjang untuk memastikan ketersediaan pangan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews