Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) telah menyiapkan fasilitas bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Sebanyak 120 unit tenda stan disediakan khusus untuk penyelenggaraan Pasar Ramadhan tahun ini. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotawaringin Timur, Johny Tangkere, menjelaskan bahwa lokasi Pasar Ramadhan Kotawaringin Timur akan tersebar di dua titik strategis Kota Sampit. Penempatan ini dipilih untuk memastikan jangkauan yang luas dan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin berbelanja kebutuhan selama Ramadhan.
Dari total stan yang tersedia, 70 stan akan berlokasi di depan Pasar Eks Mentaya samping Taman Kota Sampit, sementara 50 stan lainnya akan menempati Jalan Yos Sudarso depan Swalayan UMKM Sampit. Pengaturan ini diharapkan dapat mengakomodasi berbagai jenis UMKM dan menarik lebih banyak pembeli.
Advertisement
Advertisement
Dalam upaya memaksimalkan partisipasi UMKM, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur tidak bekerja sendiri. Dari 120 stan yang disediakan, 70 tenda diakomodir langsung oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, sementara 50 tenda sisanya dikelola melalui kolaborasi dengan komunitas UMKM Harati. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap keterbatasan anggaran daerah, sekaligus untuk merangkul lebih banyak pedagang agar dapat berpartisipasi dalam Pasar Ramadhan 1447 H.
Johny Tangkere menegaskan bahwa kolaborasi dengan pihak ketiga seperti UMKM Harati merupakan strategi efektif. "Alasan menggandeng UMKM Harati karena dengan keterbatasan anggaran, kami hanya mampu menyediakan 70 stan. Selain itu, tujuan kami berkolaborasi dengan UMKM Harati juga agar bisa merangkul lebih banyak UMKM," jelas Johny. Pendekatan ini memastikan bahwa lebih banyak pelaku usaha dapat merasakan manfaat dari Pasar Ramadhan di Kotawaringin Timur.
Terkait biaya, stan yang disediakan langsung oleh pemerintah kabupaten tidak dipungut biaya sewa alias gratis bagi para pedagang. Pedagang hanya perlu menanggung biaya operasional harian seperti listrik dan kebersihan. Namun, untuk stan yang dikelola oleh UMKM Harati, pengaturan biaya dan ketentuan lainnya diserahkan sepenuhnya kepada komunitas tersebut, mengingat pedagang mitra mereka tergolong premium.
Advertisement
Advertisement
Pelaksanaan Pasar Ramadhan 1447 H di Kotawaringin Timur ini difokuskan pada kawasan strategis Kota Sampit. Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat dalam mencari berbagai kebutuhan selama bulan puasa, mulai dari takjil hingga produk UMKM lainnya. Hal ini juga mendukung peningkatan transaksi ekonomi di pusat-pusat keramaian kota.
Untuk stan yang dikelola oleh dinas, kriteria pedagang yang dapat berjualan tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Prioritas diberikan kepada pedagang yang secara rutin berpartisipasi di Pasar Ramadhan Sampit. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga nilai historis serta keberlanjutan ekonomi bagi UMKM lokal yang telah lama menjadi bagian dari tradisi Ramadhan di Kotawaringin Timur.
Sementara itu, untuk UMKM yang ingin berjualan di stan yang dikelola oleh UMKM Harati, penentuan pedagang sepenuhnya diserahkan kepada komunitas tersebut. Fleksibilitas ini memungkinkan UMKM Harati untuk mengakomodasi anggotanya dan pedagang lain yang sesuai dengan kriteria mereka, sehingga memperluas jangkauan dukungan terhadap pelaku usaha di daerah tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews