Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah memastikan bahwa pembentukan BUMN baru PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) untuk mengelola mineral kritis sejalan dengan arahan dari Presiden RI Prabowo. Pernyataan ini disampaikan Prasetyo dalam wawancara cegat di Jakarta pada Jumat (30/1). Pembentukan entitas baru ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset mineral negara.
Prasetyo menjelaskan bahwa arahan untuk membentuk Perminas justru datang langsung dari Presiden Prabowo, yang berharap BUMN ini dapat mengelola mineral-mineral strategis Indonesia. Oleh karena itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) diminta untuk membentuk satu entitas khusus. Fokus utama Perminas akan berada pada komoditas mineral yang memiliki nilai strategis tinggi di pasar global.
Meskipun pemerintah telah mengantongi daftar tambang mana saja yang akan masuk ke Perminas, Mensesneg enggan merinci lebih lanjut kepada publik. Namun, ia memastikan bahwa proses identifikasi dan penentuan aset telah dilakukan secara cermat. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengamankan dan mengelola sumber daya mineral kritis.
Advertisement
Advertisement
Arahan Presiden dan Fokus Pengelolaan Mineral Kritis
Pembentukan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) merupakan respons langsung terhadap arahan Presiden RI Prabowo. Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden menginginkan pengelolaan mineral strategis dilakukan oleh entitas yang kompeten. Ini bertujuan untuk memastikan nilai tambah maksimal bagi negara dari kekayaan alam yang dimiliki.
Prasetyo menambahkan bahwa pemerintah telah memiliki daftar tambang yang akan berada di bawah pengelolaan Perminas. Meskipun rinciannya belum dapat diungkapkan, hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah dalam memulai operasional BUMN baru ini. Salah satu tambang yang disebut-sebut adalah tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang selama ini dikelola PT Agincourt Resources.
Danantara Indonesia, sebagai inisiator pembentukan Perminas, ditugaskan untuk mewujudkan visi Presiden tersebut. Dengan adanya Perminas, diharapkan pengelolaan mineral kritis dapat lebih terstruktur dan efisien. Ini juga sejalan dengan upaya hilirisasi industri mineral di Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Perminas dan Spesialisasi Tanah Jarang
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan perbedaan fundamental antara Perminas dan MIND ID. Menurut Rosan, Perminas dirancang dengan spesialisasi khusus, terutama dalam pengelolaan rare earth atau tanah jarang. Fokus ini membedakannya dari BUMN pertambangan lain yang mungkin memiliki cakupan lebih luas.
Tanah jarang merupakan komoditas mineral kritis yang sangat dibutuhkan dalam industri teknologi tinggi dan energi terbarukan. Dengan fokus pada rare earth, Perminas diharapkan dapat menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global. Spesialisasi ini memungkinkan pengembangan keahlian dan teknologi yang lebih mendalam.
Rosan menekankan bahwa setiap BUMN memiliki spesialisasi yang berbeda-beda untuk mencapai efisiensi optimal. Oleh karena itu, Perminas akan mengisi kekosongan dalam pengelolaan mineral kritis yang belum tergarap maksimal. Ini merupakan langkah strategis untuk mengamankan pasokan dan nilai ekonomi dari tanah jarang.
Advertisement
Advertisement
Status Pengambilalihan Tambang Martabe
Sebelumnya, COO Danantara Indonesia Dony Oskaria sempat menyatakan bahwa tambang emas Martabe di Sumatera Utara yang dikelola PT Agincourt Resources akan dialihkan ke BUMN baru yakni PT Perminas. Pengalihan ini bertujuan agar bisnisnya berada di bawah Danantara, dan Perminas nantinya akan beroperasi langsung di bawah Danantara.
Namun, Rosan Roeslani saat ini menyatakan bahwa Danantara berada pada posisi menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah terkait pengambilalihan tambang Martabe. Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses transisi masih dalam tahap koordinasi dan keputusan akhir mengenai Martabe akan bergantung pada kebijakan pemerintah.
Dony Oskaria juga menegaskan bahwa Perminas akan beroperasi langsung di bawah Danantara. Hal ini mengindikasikan struktur organisasi yang jelas untuk BUMN baru ini. Dengan demikian, Perminas akan memiliki dukungan penuh dari Danantara dalam menjalankan misinya mengelola mineral kritis.
Advertisement
Sumber: AntaraNews