Pemerintah Kota Singkawang secara resmi meluncurkan program "Discover Timeless Harmony Explore Singkawang" di Hotel Borobudur, Jakarta. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas promosi budaya dan pariwisata kota tersebut ke tingkat nasional dan internasional. Pameran ini akan berlangsung hingga Maret 2026, menandai upaya signifikan dalam memperkenalkan kekayaan Singkawang.
Peluncuran program penting ini dilakukan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, bersama Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi komprehensif untuk menampilkan Singkawang sebagai kota multikultural. Kota ini dikenal karena menjunjung tinggi nilai toleransi dan harmoni sosial di tengah keberagamannya.
Wali Kota Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa program ini bukan sekadar slogan, melainkan representasi praktik nyata toleransi di Singkawang. Ia berharap pameran ini dapat menunjukkan identitas Singkawang sebagai kota seribu kelenteng. Singkawang juga dikenal sebagai miniatur Indonesia dan kota tertoleran, dengan berbagai etnis dan agama hidup berdampingan harmonis.
Advertisement
Advertisement
Program "Discover Timeless Harmony" secara tegas menyoroti identitas khas Singkawang yang kaya akan keberagaman. Kota ini dikenal sebagai "kota seribu kelenteng" dan "miniatur Indonesia" karena keragaman etnis dan agama yang hidup rukun. Keharmonisan sosial ini menjadi daya tarik utama yang ingin disampaikan kepada khalayak luas.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menekankan bahwa toleransi di Singkawang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakatnya. "Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa toleransi di Singkawang bukan sekadar slogan, tetapi praktik nyata yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Inisiatif promosi ini bertujuan untuk membuktikan bahwa nilai-nilai tersebut bukan hanya konsep, melainkan realitas yang dapat dilihat dan dirasakan.
Promosi budaya dan pariwisata Singkawang dilakukan melalui kolaborasi erat dengan berbagai pihak. Sektor perhotelan menjadi salah satu mitra penting dalam upaya menjangkau audiens yang lebih luas. Melalui kerja sama ini, diharapkan pesan tentang toleransi dan harmoni Singkawang dapat tersebar di tingkat nasional maupun internasional.
Advertisement
Advertisement
Sebagai bagian integral dari rangkaian program promosi pariwisata Singkawang ini, Hotel Borobudur Jakarta turut menghadirkan program kuliner tematik. Program bertajuk "Discover Singkawang" ini berlangsung mulai 19 Januari hingga 19 Maret 2026. Inisiatif kuliner ini dirancang untuk memperkenalkan kekayaan gastronomi Singkawang kepada pengunjung.
Program kuliner tersebut menampilkan beragam hidangan khas Singkawang yang merepresentasikan perpaduan budaya Tionghoa dan lokal. Menu-menu tradisional disajikan dengan resep autentik, menawarkan pengalaman rasa yang otentik. Beberapa hidangan yang dapat dinikmati antara lain Bubur Gunting, Choi Pan (Chai Kwe), Es Nam Mong atau Es Lidah Buaya, serta Rujak Singkawang.
Hidangan-hidangan tersebut tersedia bagi tamu hotel maupun masyarakat umum yang ingin merasakan keunikan kuliner Singkawang. Kolaborasi dengan sektor perhotelan ini menjadi strategi efektif untuk menarik minat. Ini juga sekaligus memberikan pengalaman langsung tentang kekayaan budaya yang dimiliki oleh Kota Singkawang.
Advertisement
Advertisement
Tahun 2026 menjadi periode yang sangat penting bagi Singkawang, terutama karena perayaan Imlek berdekatan dengan awal bulan suci Ramadan. Pemerintah Kota Singkawang telah menyiapkan serangkaian kegiatan besar. Ini meliputi perayaan Imlek, Cap Go Meh, dan Ramadan Fair, yang melibatkan berbagai paguyuban seni budaya.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Singkawang dalam merawat harmoni dan toleransi antarumat beragama. Wali Kota berharap inisiatif ini akan memperkuat posisi Singkawang sebagai destinasi budaya yang inklusif. Program ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan dan memperluas pemahaman tentang nilai-nilai kota.
Menteri Agama Nasaruddin Umar turut memberikan apresiasi terhadap upaya promosi pariwisata Singkawang ini. Ia menyatakan bahwa "keberagaman etnik dan budaya yang hidup berdampingan secara damai merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia yang perlu terus dirawat dan diperkenalkan ke dunia internasional." Menurutnya, "Konfigurasi etnik yang harmonis adalah rahmat yang memperindah identitas bangsa. Singkawang menunjukkan bahwa perbedaan dapat menjadi kekuatan dan inspirasi bagi Indonesia."
Advertisement
Nasaruddin Umar menilai bahwa kehadiran Singkawang di ruang promosi strategis nasional adalah langkah krusial. Ini menuju pengakuan global sebagai kota yang berhasil merawat toleransi secara nyata. Ia menambahkan, "Singkawang hari ini tidak lagi hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi mulai tampil di ruang global. Ini menjadi kontribusi penting bagi wajah Indonesia di mata dunia."
Sumber: AntaraNews