Lembaga pemikir Prasasti Center for Policy Studies menyoroti pentingnya pencegahan praktik investasi manipulatif di pasar modal Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Dewan Pengawas Prasasti, Ilya Avianti, dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Sabtu, 24 Januari.
Menurut Ilya Avianti, meskipun maraknya investor ritel baru adalah sinyal positif, pertumbuhan ini juga membawa tantangan. Tantangan utama adalah peningkatan risiko manipulasi harga saham atau "saham gorengan" demi keuntungan jangka pendek.
Prasasti menekankan bahwa pasar yang sehat harus bertumpu pada nilai fundamental perusahaan, bukan sekadar pergerakan harga jangka pendek. Fondasi pasar modal yang kuat adalah fundamental, bukan hanya teknikal semata, untuk menjaga momentum investasi tetap sehat.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Transparansi dan Pengawasan Transaksi Pasar Modal
Ilya Avianti menjelaskan bahwa langkah awal untuk membendung praktik investasi manipulatif adalah dengan memperkuat transparansi. Emiten wajib disiplin dalam menyampaikan laporan keuangan serta informasi material secara tepat waktu dan mudah dipahami oleh publik.
Keterbukaan informasi perusahaan yang baik akan mempersempit ruang gerak pihak-pihak yang ingin memainkan persepsi pasar. Investor dapat membuat keputusan yang lebih rasional berdasarkan data yang akurat dan relevan.
Selain transparansi, pengawasan transaksi juga perlu semakin tajam dan efektif. Pola transaksi yang tidak wajar, seperti lonjakan harga dan volume saham secara tiba-tiba tanpa dukungan kinerja perusahaan, harus cepat terdeteksi.
Advertisement
Deteksi dini dan penindakan tegas terhadap anomali transaksi sangat penting untuk menjaga integritas pasar. Harga saham seharusnya mencerminkan nilai intrinsik perusahaan, bukan sekadar hasil tarik-menarik spekulatif jangka pendek.
Advertisement
Edukasi Investor dan Tanggung Jawab Pelaku Pasar untuk Investasi Sehat
Edukasi investor menjadi benteng pertahanan terpenting dalam menghadapi risiko investasi manipulatif. Investor perlu dibekali kemampuan untuk membaca laporan keuangan, memahami model bisnis, dan menilai prospek usaha secara komprehensif.
Dengan pemahaman fundamental yang kuat, investor tidak akan mudah terjebak dalam godaan "saham gorengan" yang menjanjikan keuntungan instan. Mereka akan lebih fokus pada investasi jangka panjang yang didasari analisis mendalam.
Peran pelaku pasar seperti broker, analis, dan media juga sangat krusial dalam membentuk budaya investasi yang sehat. Mereka harus mendorong praktik investasi berbasis data dan kinerja, bukan hanya sensasi harga yang fluktuatif.
Advertisement
Rekomendasi yang bertanggung jawab dari para pelaku pasar akan membantu membentuk perilaku pasar yang lebih dewasa dan rasional. Hal ini akan menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih stabil dan terhindar dari praktik investasi manipulatif.
Sumber: AntaraNews