InJourney Airports Pastikan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Lancar, Siap Layani Pesawat Jet

InJourney Airports memastikan persiapan optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Bandung berjalan lancar sesuai jadwal. Simak detail kesiapan fasilitas dan jadwal operasional pesawat jet yang akan kembali pada Agustus 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
InJourney Airports Pastikan Optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Lancar, Siap Layani Pesawat Jet
InJourney Airports memastikan persiapan optimalisasi Bandara Husein Sastranegara Bandung berjalan lancar sesuai jadwal. Simak detail kesiapan fasilitas dan jadwal operasional pesawat jet yang akan kembali pada Agustus 2026. (AntaraNews)

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), yang beroperasi dengan nama InJourney Airports, mengumumkan bahwa persiapan optimalisasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung berjalan lancar dan sesuai jadwal. Optimalisasi ini bertujuan agar bandara tersebut dapat segera kembali melayani penerbangan pesawat jet dalam waktu dekat. Koordinasi intensif terus dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran proses ini.

Fokus utama persiapan adalah pemenuhan seluruh aspek kesiapan operasional sesuai standar yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Hal ini mencakup peningkatan fasilitas keselamatan, keamanan, dan infrastruktur sisi udara bandara. Langkah ini menandai babak baru bagi konektivitas udara di Jawa Barat, khususnya bagi warga Bandung dan sekitarnya.

Kesiapan operasional Bandara Husein Sastranegara menjadi krusial mengingat rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk memulai layanan pesawat jet secara bertahap. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa skenario pertama ditargetkan pada 17 Agustus 2026, dengan operasional penuh diharapkan tercapai pada 17 September 2026.

Kesiapan Infrastruktur dan Aspek Keselamatan

InJourney Airports telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan aspek keselamatan di Bandara Husein Sastranegara. Dalam aspek keselamatan, telah disediakan kendaraan siaga Foam Tender untuk pertolongan keadaan darurat. Selain itu, fasilitas pendukung dan penunjang Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) Kategori 7 juga telah dipenuhi. Langkah-langkah ini penting untuk menjamin keamanan setiap penerbangan yang beroperasi.

Di sisi keamanan, peningkatan fasilitas Screening Check Point (SCP) telah dilakukan. Ini meliputi pengadaan mesin x-ray, walkthrough metal detector (WMTD), dan handheld metal detector (HHTD) yang lebih canggih. Peningkatan ini bertujuan untuk memperketat pengawasan dan memastikan standar keamanan penerbangan terpenuhi secara optimal.

Tidak hanya itu, di sisi udara, pekerjaan peningkatan daya dukung runway, taxiway, dan apron juga tengah digarap. Peningkatan ini vital untuk mengakomodasi jenis pesawat jet yang akan beroperasi, memastikan landasan pacu dan area parkir pesawat mampu menopang beban dan pergerakan pesawat dengan aman. Seluruh proses ini mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan sipil.

Minat Maskapai dan Potensi Rute Baru

Rencana optimalisasi Bandara Husein Sastranegara telah menarik minat signifikan dari berbagai maskapai penerbangan. InJourney Airports telah menyampaikan rencana operasi dan pelayanan kepada maskapai, dan hasilnya, sebanyak enam maskapai telah mengajukan permohonan resmi untuk dapat beroperasi di bandara tersebut.

Maskapai-maskapai yang telah menyatakan minatnya beserta rute yang diusulkan mencakup:

  • Citilink: Rute Kualanamu, Denpasar, Surabaya.
  • Super Air Jet: Rute Kualanamu, Denpasar, Pekanbaru, Makassar, Batam, Padang, Balikpapan, Pontianak.
  • Garuda Indonesia: Rute Denpasar.
  • Transnusa: Rute Kuala Lumpur, Johor Bahru, Lampung.
  • Scoot: Rute Singapura.
  • Wings Air: Rute Lampung, Palembang.

InJourney Airports akan bertanggung jawab untuk mengatur dan memastikan ketersediaan slot time penerbangan, yaitu ketersediaan waktu take off dan landing. Pengaturan ini dilakukan untuk mengakomodasi permintaan penerbangan sesuai dengan kapasitas Bandara Husein Sastranegara, guna menghindari penumpukan dan memastikan kelancaran operasional.

Skenario Operasional Bertahap oleh Kemenhub

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyusun dua skenario bertahap untuk pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara dalam melayani pesawat jet. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa skenario pertama menargetkan bandara mulai melayani pesawat jet pada 17 Agustus 2026. Pada tahap awal ini, operasional akan bersifat minimal, melayani penerbangan bisnis dan penerbangan charter, dengan dukungan kesiapan infrastruktur dasar.

Skenario kedua ditargetkan untuk mencapai operasional penuh pada 17 September 2026. Pada fase ini, Bandara Husein Sastranegara diharapkan dapat melayani pesawat jet kategori Boeing 737-800 dan Airbus A320. Penerapan sistem slot management akan diberlakukan untuk memastikan kapasitas operasional berjalan secara aman, tertib, dan efektif.

Kemenhub juga mendorong PT Angkasa Pura Indonesia untuk segera memenuhi persyaratan PKP-PK Kategori 7 dari aspek keselamatan penerbangan. Pemenuhan kebutuhan ini dapat dilakukan melalui mobilisasi kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF) dari Bandara Kertajati setelah operasional pemulangan jemaah haji selesai, disertai penguatan personel PKP-PK. Kebutuhan peralatan pendukung lainnya diharapkan dapat dipenuhi melalui optimalisasi dan mobilisasi aset yang telah tersedia tanpa pengadaan baru, demi efisiensi proses reaktivasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi