Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani tengah mengupayakan skema pembiayaan inovatif yang dikenal sebagai blended finance. Upaya ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan modal besar di sektor teknologi tinggi (high-tech) yang terus berkembang pesat. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan infrastruktur digital global menjadi pendorong utama kebutuhan investasi ini.
Rosan menegaskan pentingnya skema ini dalam forum Tri Hita Karana G20 Bali Global Blended Finance Alliance Dialogue – Sustainable AI: Balancing Compute Growth with Equitable Prosperity. Acara tersebut diselenggarakan di Indonesia Pavilion, World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, pada 21 Januari 2026.
Sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan menjelaskan bahwa lonjakan kebutuhan komputasi akibat AI adalah peluang strategis. Ini juga merupakan tantangan yang memerlukan tata kelola pembiayaan dan kebijakan yang tepat untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
Advertisement
Advertisement
Blended Finance sebagai Solusi Pembiayaan Sektor High-Tech
Rosan menyatakan bahwa di Indonesia, AI bukan sekadar bagian dari infrastruktur, melainkan juga pendorong pertumbuhan ekonomi masa depan. Kebutuhan investasi infrastruktur AI, termasuk pusat data, diproyeksikan meningkat tajam secara global. Hal ini membuka peluang besar bagi negara berkembang seperti Indonesia.
Dalam konteks ini, Indonesia mempromosikan blended finance sebagai solusi efektif. Skema ini menjembatani pendanaan publik dan swasta, sekaligus menyelaraskan agenda pertumbuhan ekonomi digital dengan komitmen iklim. Selain itu, blended finance mendukung pengembangan kapasitas lokal.
Sejumlah lembaga keuangan internasional dan investor global melihat kombinasi pendanaan publik-swasta sebagai kunci. Ini penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang terukur dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Penguatan Iklim Investasi dan Dukungan Pemerintah
Pemerintah Indonesia terus memperkuat dukungan kebijakan melalui berbagai reformasi. Ini termasuk reformasi perizinan, integrasi Online Single Submission (OSS), serta pemberian insentif. Insentif seperti tax allowance dan tax holiday diberikan bagi sektor teknologi dan inovasi strategis.
Rosan menambahkan bahwa pemerintah secara konsisten memperbaiki iklim investasi. Tujuannya adalah menarik pendanaan jangka panjang, khususnya untuk sektor teknologi maju. Sektor ini membutuhkan modal besar dan berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari strategi investasi, kami terus memperbaiki iklim investasi dengan menyederhanakan kebijakan, aturan, dan regulasi,” ujar Rosan. Ia juga menegaskan komitmen pada kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, karena kemitraan yang sehat akan menghasilkan kinerja dan nilai yang baik. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama. Ini merupakan tanggung jawab Indonesia untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja berkualitas.
Advertisement
Advertisement
Diplomasi Investasi Indonesia di Kancah Global
Diskusi yang digelar pada 21 Januari 2026 tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan global. Mereka berasal dari sektor keuangan, teknologi, dan industri. Acara ini menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra investasi yang terbuka, stabil, dan berorientasi jangka panjang.
Pada hari yang sama, Kementerian Investasi juga menggelar “Indonesia Night”. Acara ini berfungsi sebagai ruang diplomasi investasi dan ekonomi yang hangat dan strategis.
Indonesia Night dihadiri oleh Interim Co-Chair of the World Economic Forum André Hoffmann, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta para pimpinan perusahaan mitra pendukung. Rosan menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya menampilkan keramahan, kuliner, dan budaya Indonesia. Namun juga menjadi ajang untuk menghargai kerja sama dan persahabatan.
Advertisement
Ia menegaskan Indonesia adalah negara yang terbuka untuk berbisnis, berkolaborasi, dan bekerja sama. Indonesia memiliki komitmen kuat membangun masa depan yang lebih baik bersama mitra global. Indonesia Night dirancang sebagai pelengkap diplomasi formal yang berlangsung di Indonesia Pavilion. Melalui seni, musik, dan dialog informal, Indonesia ingin menyampaikan pesan bahwa stabilitas ekonomi, kepastian kebijakan, dan peluang investasi jangka panjang berjalan beriringan dengan kekayaan budaya serta keterbukaan terhadap kolaborasi global.
Sumber: AntaraNews