Hunian Hotel Nusa Dua Bali Tumbuh Positif di 2025, ITDC Ungkap Tantangan dan Prospek Cerah

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mencatat pertumbuhan positif hunian hotel Nusa Dua Bali sepanjang 2025, mencapai rata-rata 76,93 persen. Simak bagaimana kawasan premium ini menghadapi tantangan eksternal dan prospek kunjungan wisatawan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hunian Hotel Nusa Dua Bali Tumbuh Positif di 2025, ITDC Ungkap Tantangan dan Prospek Cerah
PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) mencatat pertumbuhan positif hunian hotel Nusa Dua Bali sepanjang 2025, mencapai rata-rata 76,93 persen. Simak bagaimana kawasan premium ini menghadapi tantangan eksternal dan prospek kunjungan wisatawan. (AntaraNews)

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan kompleks pariwisata terintegrasi, melaporkan bahwa tingkat hunian perhotelan di kawasan The Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2025. Rata-rata okupansi mencapai 76,93 persen, menandai ketahanan sektor pariwisata di destinasi premium ini. Capaian ini diraih di tengah berbagai tantangan eksternal yang memengaruhi industri pariwisata nasional.

Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyatakan bahwa meskipun terjadi tantangan, okupansi perhotelan di kawasan tersebut tetap berdaya tahan dan tumbuh membaik. Angka ini sedikit melandai apabila dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 76,56 persen, namun tetap menunjukkan performa yang kuat. Peningkatan ini menjadi indikator positif bagi pemulihan dan stabilitas pariwisata Bali.

Tantangan eksternal yang dihadapi pada tahun 2025 mencakup penurunan perjalanan dinas dan aktivitas konferensi atau wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) pada awal tahun. Hal ini sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat yang berdampak pada sektor perjalanan bisnis. Namun, daya tarik The Nusa Dua sebagai destinasi wisata mewah tetap mampu menarik pengunjung.

Tingkat hunian perhotelan di The Nusa Dua menunjukkan ketahanan yang luar biasa sepanjang tahun 2025, dengan rata-rata okupansi mencapai 76,93 persen. Angka ini menegaskan posisi The Nusa Dua sebagai salah satu destinasi pariwisata premium yang paling diminati di Indonesia. Meskipun sedikit menurun dari tahun sebelumnya, performa ini tetap dianggap positif oleh ITDC.

Ahmad Fajar menjelaskan bahwa capaian tersebut diraih di tengah kondisi eksternal yang kurang menguntungkan. Salah satu faktor utama adalah penurunan perjalanan dinas dan kegiatan MICE pada awal tahun 2025. Kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat turut berkontribusi pada perlambatan aktivitas ini.

Meski demikian, kawasan The Nusa Dua yang memiliki total sekitar 5.500 kamar yang tersebar di 22 hotel bintang lima dan vila mewah, berhasil mempertahankan daya tariknya. Fasilitas gedung pertemuan yang dapat menampung sekitar 21.000 delegasi tetap menjadi aset penting. Hal ini menunjukkan bahwa diversifikasi penawaran wisata di kawasan ini membantu menjaga stabilitas okupansi hotel.

Selain tingkat hunian hotel, kawasan pariwisata premium The Nusa Dua juga mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan wisatawan. Sepanjang tahun 2025, jumlah pengunjung naik 18,5 persen, dari 3,2 juta pada tahun 2024 menjadi 3,8 juta pada tahun 2025. Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap destinasi ini.

Ahmad Fajar menjelaskan bahwa peningkatan kunjungan ini mencerminkan tingginya pergerakan wisatawan di The Nusa Dua. Namun, ia juga menyoroti bahwa sebagian besar kunjungan masih didominasi oleh kunjungan harian. Kunjungan harian ini belum sepenuhnya terkonversi menjadi hunian kamar hotel, yang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengelola kawasan.

The Nusa Dua menawarkan beragam daya tarik selain akomodasi mewah dan fasilitas MICE. Kawasan ini memiliki daya tarik wisata pantai, wisata air, wisata olahraga, atraksi seni budaya, serta wisata belanja dan kuliner. Berbagai penawaran ini menjadikan The Nusa Dua destinasi lengkap yang menarik bagi berbagai segmen wisatawan, baik yang menginap maupun hanya berkunjung harian.

ITDC tidak hanya mengelola The Nusa Dua di Bali, tetapi juga memiliki kawasan pariwisata lain yang menunjukkan kinerja bervariasi. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), kawasan Mandalika mencatat tingkat hunian hotel di kisaran 55 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang masih bisa dioptimalkan di masa mendatang.

Sementara itu, kawasan pengelolaan Golo Mori di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat kinerja positif dalam hal kunjungan wisatawan. Sepanjang tahun 2025, Golo Mori berhasil menarik 28.406 pengunjung. Meskipun berbeda dalam skala dan jenis pengembangan, kinerja ini menunjukkan keberhasilan ITDC dalam mengembangkan destinasi pariwisata di berbagai wilayah Indonesia.

Perbandingan ini menunjukkan strategi ITDC dalam mengembangkan ekosistem pariwisata yang beragam. Setiap kawasan memiliki karakteristik dan target pasar yang berbeda, sehingga pendekatan pengelolaannya pun disesuaikan. Fokus pada pengembangan infrastruktur dan promosi menjadi kunci untuk terus meningkatkan kinerja di seluruh kawasan kelolaan ITDC.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi