PTPN IV PalmCo Siap Hilirisasi Gambir, Wujudkan Kebijakan Presiden Prabowo untuk Nilai Tambah Nasional

PTPN IV PalmCo menyatakan kesiapan penuh untuk hilirisasi gambir, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, guna meningkatkan nilai tambah komoditas strategis ini dan kesejahteraan petani di Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PTPN IV PalmCo Siap Hilirisasi Gambir, Wujudkan Kebijakan Presiden Prabowo untuk Nilai Tambah Nasional
PTPN IV PalmCo menyatakan kesiapan penuh untuk mengembangkan hilirisasi gambir, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan nilai tambah komoditas strategis ini dan kesejahteraan petani. (AntaraNews)

PTPN IV PalmCo, subholding PTPN III (Persero), menegaskan komitmennya untuk mengembangkan hilirisasi gambir. Langkah strategis ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada peningkatan nilai tambah. Kebijakan ini bertujuan memperkuat daya saing ekspor dan kesejahteraan petani, serta industri agro nasional berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa selama ini sebagian besar gambir Indonesia masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Situasi ini menyebabkan nilai tambah komoditas justru dinikmati oleh negara lain yang mengolahnya menjadi produk jadi. Oleh karena itu, upaya hilirisasi menjadi langkah krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat di dalam negeri.

Presiden Prabowo sebelumnya menekankan pentingnya penguatan hilirisasi dan pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian dan perkebunan. Hal ini disampaikan saat meninjau panen raya serta pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1). Dorongan tersebut menjadi sinyal agar Kementerian Pertanian dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sektor perkebunan, termasuk PTPN, mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem hilirisasi.

Potensi Ekonomi Gambir dan Tantangan Hilirisasi

Gambir, tanaman endemik Indonesia, memiliki potensi ekonomi global yang besar namun selama ini dikenal secara terbatas. Jatmiko K. Santosa menyoroti bahwa gambir merupakan produk strategis dengan keunggulan kuat di pasar internasional. Ia bahkan menyebutkan ada negara yang sekitar 90 persen kebutuhan gambirnya dipasok dari Indonesia.

Presiden Prabowo menilai Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah. Komoditas seperti gambir perlu didorong untuk diolah lebih lanjut di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar. Hal ini akan membuka peluang industri baru serta meningkatkan pendapatan petani di sentra produksi.

Pentingnya hilirisasi gambir ini juga didasari oleh kandungan antioksidan yang sangat tinggi, bahkan melebihi green tea. Kandungan tersebut membuat gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan bernilai tinggi. Gambir bisa menjadi bahan pangan seperti teh, bahan baku kosmetik, sabun, sampo, hingga kebutuhan industri seperti tinta pemilu.

Strategi PTPN IV PalmCo untuk Peningkatan Produktivitas dan Pengolahan

PTPN IV PalmCo menyebut langkah awal yang paling realistis adalah meningkatkan produktivitas gambir rakyat dari lahan yang sudah ada. Saat ini, produktivitas gambir di tingkat petani masih tergolong rendah, berkisar sekitar 0,5 ton per hektare. Dengan pendekatan riset dan metode pengolahan daun gambir yang lebih baik, produktivitas itu bisa ditingkatkan.

Jatmiko menjelaskan bahwa produktivitas gambir berpotensi meningkat menjadi 0,75 ton bahkan hingga 1 ton per hektare. Ini berarti ada potensi peningkatan 50 sampai 100 persen, yang dampaknya langsung ke pendapatan petani. Peningkatan produktivitas ini akan diperkuat dengan rencana pembangunan fasilitas pengolahan atau pabrik gambir.

Fasilitas pengolahan tersebut akan disesuaikan dengan hasil riset dan kebutuhan pasar. Langkah ini penting agar rantai nilai gambir tidak berhenti di tingkat bahan baku. PTPN tidak bisa hanya membangun pabrik tanpa melihat pasar, sehingga produk yang paling cepat diterima dan punya permintaan kuat akan didorong lebih dulu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi