Petani kopi di Desa Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini merasakan dampak positif yang signifikan terhadap perekonomian mereka. Pendapatan rata-rata petani yang tergabung dalam program Desa Sejahtera Astra Cikajang telah melonjak drastis. Peningkatan ini menunjukkan keberhasilan program pendampingan yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas produksi kopi lokal.
Sebelumnya, pendapatan bulanan petani kopi di wilayah tersebut hanya berkisar Rp1,3 juta. Namun, berkat inisiatif ini, angka tersebut kini mencapai antara Rp3,7 juta hingga Rp4,5 juta per bulan. Kenaikan pendapatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat desa secara keseluruhan.
Peningkatan kesejahteraan ini merupakan hasil dari komitmen Astra International Tbk dalam memperkuat ekosistem kopi Garut. "Penguatan ekosistem kopi Garut merupakan bagian dari komitmen Astra untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas dan kualitas produksi,” ujar Presiden Direktur Astra International Tbk Djony Bunarto Tjondro. Ia juga menambahkan, “Upaya ini diharapkan memberi nilai tambah yang langsung dirasakan oleh masyarakat.”
Advertisement
Advertisement
Program Desa Sejahtera Astra telah berperan besar dalam meningkatkan kapasitas petani kopi Cikajang sejak tahun 2017. Pendampingan yang diberikan meliputi berbagai aspek, mulai dari teknik budidaya hingga pengolahan pascapanen. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi dan produktivitas kopi arabika Garut.
Fasilitas pascapanen seperti solar dryer juga disediakan untuk mendukung proses pengolahan kopi. Dengan adanya fasilitas ini, petani dapat mengolah buah kopi menjadi green beans dan roasted beans dengan standar yang lebih baik. Peningkatan kualitas produk ini menjadi kunci utama dalam membuka akses pasar yang lebih luas.
Keberlanjutan usaha kopi di Desa Cikajang juga diperkuat dengan terbentuknya koperasi mandiri. Koperasi ini berfungsi sebagai kelembagaan ekonomi desa yang vital. Peran koperasi sangat penting dalam mengelola produksi, pemasaran, dan memastikan distribusi keuntungan yang adil bagi para petani.
Advertisement
Pembentukan koperasi mandiri ini mencerminkan komitmen Astra untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat di tingkat lokal. Dengan demikian, petani memiliki wadah untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan bersama-sama menghadapi tantangan pasar. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi komunitas petani kopi.
Advertisement
Produk kopi arabika dari Desa Sejahtera Astra Cikajang tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga telah menembus pasar internasional. Kopi Garut kini berhasil diekspor ke berbagai negara, menunjukkan pengakuan terhadap kualitasnya. Destinasi ekspor meliputi Eropa, Dubai, Mesir, dan Singapura, dengan pengiriman terbaru ke Thailand.
Ekspansi pasar internasional ini merupakan bukti nyata dari peningkatan kualitas dan daya saing kopi lokal. Keberhasilan menembus pasar global memperkuat posisi kopi Garut dalam rantai nilai global. Ini juga membuka peluang lebih besar bagi petani untuk mendapatkan harga yang lebih baik dan meningkatkan volume penjualan.
Menurut Djony Bunarto Tjondro, penguatan ekosistem kopi Garut adalah bagian dari komitmen Astra. Tujuannya adalah memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas dan kualitas produksi. Upaya ini sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.
Advertisement
Melalui program Desa Sejahtera Astra, perusahaan terus berupaya menghadirkan dampak sosial berkelanjutan. Ini dilakukan bagi masyarakat desa di berbagai wilayah Indonesia. Semangat Astra dalam mendukung pemberdayaan ekonomi desa dan penguatan ekosistem pertanian berkelanjutan menjadi contoh nyata kolaborasi yang efektif.
Sumber: AntaraNews