PT Pertamina Patra Niaga menunjukkan dedikasi luar biasa dalam memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat di wilayah terdampak bencana. Di Desa Teupin Redeup, Kecamatan Peusangan, Provinsi Aceh, distribusi LPG dilakukan secara manual melintasi jembatan yang putus. Upaya ini merupakan respons cepat terhadap keterbatasan infrastruktur yang menghambat akses normal.
Sejak tanggal 4 Desember, Pertamina Patra Niaga bersama tim agen LPG, relawan, dan warga setempat bahu-membahu menyalurkan tabung-tabung gas. Mereka bergotong royong untuk memastikan setiap rumah tangga di area tersebut tetap mendapatkan pasokan energi vital. Kondisi jembatan yang rusak parah telah memutus jalur utama, sehingga kendaraan pengangkut tidak dapat melintas.
Meskipun menghadapi tantangan besar, pelayanan energi tidak boleh terhenti bagi warga yang membutuhkan. Proses distribusi ini melibatkan pemanggulan tabung secara estafet, menyeberangi Sungai Tingkeum, hingga menggunakan sling rail. Semua dilakukan demi menjaga pasokan LPG tetap aman dan merata di tengah kondisi darurat.
Advertisement
Advertisement
Kerusakan jembatan di Desa Teupin Redeup menjadi hambatan utama dalam distribusi LPG Pertamina Bencana Aceh. Akses yang terputus total membuat metode pengiriman konvensional tidak memungkinkan. Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara, menjelaskan bahwa kondisi ini memerlukan pendekatan yang berbeda.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim Pertamina bersama masyarakat setempat menginisiasi solusi manual yang inovatif. Pendistribusian LPG dilakukan secara estafet, di mana tabung-tabung gas dipanggul secara bergantian. Mereka menyeberangi Sungai Tingkeum dengan hati-hati untuk mencapai titik distribusi selanjutnya.
Selain pemanggulan manual, warga dan relawan juga memasang sling rail sebagai jalur darurat. Jalur ini memungkinkan tabung LPG dialirkan secara lebih efisien melewati rintangan. Upaya kolektif ini membuktikan bahwa semangat gotong royong dapat mengatasi keterbatasan infrastruktur yang parah.
Advertisement
Setiap langkah dalam proses ini dilakukan dengan penuh dedikasi untuk memastikan pasokan energi tidak terganggu. Ratusan tabung LPG berhasil dipindahkan melewati jembatan putus. Hal ini menjaga ketersediaan energi di Kecamatan Peusangan dan wilayah sekitarnya tetap terjaga.
Advertisement
Aksi distribusi LPG Pertamina Bencana Aceh ini bukan sekadar pengiriman logistik, melainkan cerminan keteguhan masyarakat. Fahrougi Andriani Sumampouw menegaskan, "Energi harus tetap merata. Dengan segala keterbatasan yang ada, ini adalah usaha kami memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan energi, terutama LPG." Pernyataan ini menyoroti prioritas utama Pertamina dalam situasi darurat.
Semangat gotong royong menjadi pilar utama keberhasilan distribusi di tengah situasi sulit ini. Bantuan aktif dari warga lokal dan relawan sangat krusial dalam setiap tahapan proses. Kolaborasi ini membuktikan bahwa pelayanan energi tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada solidaritas dan kemanusiaan.
Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen penuh untuk menjaga ketersediaan energi di seluruh wilayah. Terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana atau mengalami gangguan infrastruktur. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai upaya adaptif dan responsif.
Advertisement
Fahrougi menambahkan, "Upaya kolaboratif ini menjadi bukti bahwa pelayanan energi tidak hanya tentang logistik, tetapi juga tentang kemanusiaan dan solidaritas." Inisiatif di Aceh ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara perusahaan dan masyarakat dapat menghasilkan solusi efektif dalam menghadapi tantangan yang tidak terduga.
Sumber: AntaraNews