Perkuat Daya Saing IKM Sulteng, Disperindag Gelar Expo Produk Sentra 2025

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Disperindag akan menggelar Expo Produk Sentra IKM Sulteng 2025 guna memperkuat daya saing IKM lokal di era industri modern. Bagaimana strategi pemerintah untuk mendukung pelaku IKM di wilayah ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perkuat Daya Saing IKM Sulteng, Disperindag Gelar Expo Produk Sentra 2025
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Disperindag akan menggelar Expo Produk Sentra IKM Sulteng 2025 guna memperkuat daya saing IKM lokal di era industri modern. Bagaimana strategi pemerintah untuk mendukung pelaku IKM di wilayah ini? (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor Industri Kecil Menengah (IKM) melalui inisiatif strategis. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulteng akan menyelenggarakan Expo Produk Sentra IKM Sulteng pada tahun 2025. Kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan daya saing IKM di tengah tantangan dan peluang era industri modern.

Kepala Disperindag Sulteng, Richard Arnaldo, mengumumkan rencana ini di Palu pada Minggu (30/11), mengajak seluruh pelaku IKM untuk memanfaatkan kesempatan emas ini. Expo diharapkan menjadi platform vital untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal. Selain itu, ajang ini juga bertujuan memperkuat identitas merek (branding) IKM serta mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi sebagai sarana pemasaran yang efektif.

Dengan tema “Kreatif, Adaptif, dan Kompetitif”, expo ini merefleksikan semangat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku IKM di Sulawesi Tengah. Inisiatif ini bertekad untuk mendorong inovasi produk, kemampuan adaptasi terhadap tren pasar yang terus berubah, dan daya saing yang kuat di pasar global maupun nasional. Upaya ini diharapkan dapat membangun fondasi industri daerah yang lebih tangguh dan berdaya saing tinggi.

Disperindag Sulteng tidak hanya berhenti pada penyelenggaraan expo, tetapi juga secara berkelanjutan memberikan pendampingan komprehensif kepada pelaku IKM. Dukungan ini mencakup bantuan teknis dan teknologi produksi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi. Selain itu, fasilitasi perizinan usaha juga diberikan untuk memudahkan IKM beroperasi secara legal dan terstruktur.

Pengembangan desain kemasan dan branding menjadi fokus penting lainnya agar produk IKM memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan menarik perhatian konsumen. Standardisasi dan sertifikasi produk juga didorong untuk menjamin kualitas dan keamanan, sehingga produk IKM dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Program ini juga mencakup perluasan akses promosi dan pemasaran, termasuk pemanfaatan platform digital.

Pemberdayaan IKM memiliki peran krusial dalam menggerakkan roda perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui berbagai program pendampingan dan fasilitasi, pemerintah berharap IKM di Sulawesi Tengah dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan merata.

Expo Produk Sentra IKM Sulteng akan diikuti oleh berbagai sentra IKM dari 13 wilayah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Peserta yang terlibat mencakup sentra IKM Robusta Lembah Napu dan Keripik dari Poso, olahan kelapa dalam dan aren dari Banggai Kepulauan, serta Natadecoco dari Buol. Sentra Meubel dan Furniture dari Tojo Una-Una dan Morowali, Gula Merah serta Kelapa Terpadu dari Parigi Moutong juga akan turut serta.

Selain itu, IKM Bawang Goreng, Rotan, dan Meubel Kayu dari Sigi, Tenun Ikat dari Donggala, serta berbagai produk unggulan dari Kota Palu juga akan memeriahkan acara ini. Kehadiran beragam IKM ini menunjukkan potensi besar produk lokal Sulawesi Tengah. Expo ini menjadi ajang penting untuk memperkenalkan kekayaan dan keragaman produk daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana dan Pemberdayaan Industri (SP2I) Mira Yuliastuti, yang juga menjabat sebagai ketua panitia, kegiatan ini memiliki beberapa tujuan utama. Expo ini dirancang untuk mendukung keberlanjutan sentra IKM di seluruh kabupaten/kota, sekaligus menjadi sarana promosi efektif untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. Selain itu, expo juga berfungsi sebagai ruang berbagi pengetahuan dan membangun kolaborasi antar pelaku IKM, menciptakan ekosistem bisnis yang lebih solid.

Mira Yuliastuti menambahkan bahwa expo ini juga menjadi tolok ukur penting untuk menilai kesiapan produk IKM dalam memasuki pasar yang kompetitif. Ini termasuk peluang untuk menembus retail modern dan pasar digital yang terus berkembang pesat. Evaluasi ini akan membantu pelaku IKM memahami standar dan ekspektasi pasar, sehingga mereka dapat melakukan perbaikan yang diperlukan.

Peningkatan daya saing sentra IKM menjadi fokus utama melalui perbaikan mutu produk, pengembangan desain kemasan yang inovatif, dan strategi pemasaran yang optimal. Melalui expo ini, IKM diharapkan dapat memperluas jejaring usaha mereka dengan mitra potensial, membuka peluang kemitraan baru dan investasi. Dengan demikian, expo bukan hanya ajang pameran, tetapi juga katalisator untuk pertumbuhan dan pengembangan IKM di Sulawesi Tengah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi