Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) mengungkapkan bahwa pemerintah siap untuk menyediakan dana darurat dalam rangka menangani bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Sumatera. Purbaya menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada permohonan resmi dari instansi terkait untuk menambah anggaran.
Namun, ia menegaskan bahwa bantuan sosial dapat segera diberikan dengan menggunakan anggaran yang sudah ada pada kementerian atau lembaga yang bersangkutan.
"Ada bantuan sosial pakai anggaran yang ada dulu di mereka ada. Belum minta ke saya sampai sekarang. Jadi, sepertinya pakai anggaran yang ada dulu," ungkap Purbaya saat ditemui setelah Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Jakarta, sebagaimana dilaporkan pada Minggu (30/11/2025).
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sekitarnya sejak 24 November 2025 tidak hanya disebabkan oleh curah hujan yang ekstrem. Para ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan bahwa kejadian bencana besar ini dipicu oleh interaksi dari tiga faktor, yaitu kondisi atmosfer yang sangat aktif, kerusakan lingkungan yang mengurangi daya resap tanah, serta melemahnya kapasitas tampung wilayah tersebut.
Data yang dirilis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 November menunjukkan bahwa terdapat 34 korban meninggal dunia, 52 orang hilang, dan ribuan warga terpaksa mengungsi. Angka tersebut kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan proses pencarian dan verifikasi laporan di lapangan.
Advertisement
Dampak geospasial dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan
Dalam perspektif geospasial, berkurangnya tutupan vegetasi, perubahan fungsi lahan, serta penurunan kapasitas lingkungan dalam menampung air, berkontribusi pada peningkatan risiko banjir.
Heri Andreas, dosen Teknik Geodesi dan Geomatika di ITB, menekankan bahwa derajat kerusakan akibat hujan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa besar intensitas curah hujan.
"Banjir bukan hanya soal hujan. Ini soal bagaimana air diterima, diserap, dan dikelola oleh permukaan bumi," ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa kawasan yang masih memiliki hutan memiliki kemampuan infiltrasi yang tinggi. Namun, apabila area tersebut dialihfungsikan menjadi permukiman, kebun intensif, atau lahan terbuka, maka kemampuan untuk menyerap air akan berkurang.
Advertisement
Disebabkan oleh pembabatan pohon dan kerusakan hutan
Pada kesempatan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa duka cita yang mendalam akibat bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera. Ia menekankan bahwa menjaga kelestarian hutan sangat penting, serta mencegah praktik pembabatan pohon dan kerusakan hutan yang dapat memperburuk kondisi lingkungan.
"Menjaga hutan-hutan kita. Benar-benar mencegah pembabatan pohon-pohon, perusakan hutan-hutan," ungkap Prabowo saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional di Indonesia Arena, Jakarta, pada Jumat, 28 November 2025.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan agar sungai-sungai dijaga kebersihannya agar dapat mengalirkan air dengan baik. Ia mengajak semua pihak untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan demi mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor.
"Sungai-sungai harus kita jaga agar bersih sehingga dapat menyalurkan air yang bisa tiba-tiba datang. Ini nanti usaha bersama kita tiap rumah ikut berperan secara keseluruhan," ucap Prabowo. Menurutnya, banjir yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) menjadi pengingat bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan serius seperti perubahan iklim, pemanasan global, dan kerusakan lingkungan.
Prabowo juga berharap agar para guru di seluruh Indonesia dapat memulai pembelajaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan hutan.
"Mungkin para guru-guru di seluruh Indonesia yang sudah bisa mulai saya yakin sudah mulai. Tapi mungkin perlu kita tambah dalam silabus dalam mata pelajaran dan juga kesadaran akan sangat pentingnya kita menjaga lingkungan alam kita," jelasnya.
Sebelumnya, pemerintah telah mengirimkan bantuan untuk bencana alam di tiga provinsi yang terdampak banjir, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat, 28 November 2025, sesuai dengan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.
Advertisement
Pengiriman bantuan telah dilaksanakan
Pada hari Jumat pukul 07.30 WIB, bantuan dikirimkan melalui tiga pesawat Hercules dan Air Bus A400 dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Bantuan tersebut terdiri dari 150 tenda, perahu karet untuk evakuasi korban yang terdampak bencana, genset, alat komunikasi, makanan siap saji, serta obat-obatan, termasuk tim medis yang terdiri dari dokter dan perawat.
"Jadi hari ini diberangkatkan sesuai kebutuhannya ini tenda sebanyak sekitar 150, kemudian ada perahu karet karena sangat penting untuk evakuasi, ada sekitar 64, kemudian genset, alat bantu listrik, kemudian yang terpenting juga alat komunikasi diberangkatkan sekitar 100 alat komunikasi ke sana agar signal komunikasi bisa dimulai kembali," ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wihaya di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Jumat pagi 28 November 2025.
"Bahan makanan siap saji, kemudian tim medis dari TNI, kemudian juga dari Kementerian Kesehatan. Tim medis tadi dari dokter dan perawat serta bantuan obat-obatan," tambahnya.
Advertisement
Pesawat yang membawa bantuan
Teddy menjelaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah terus melakukan koordinasi dalam menangani bencana banjir yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar. Ia juga menyatakan bahwa Presiden Prabowo telah menghubungi para gubernur dari ketiga provinsi tersebut untuk membahas kebutuhan bantuan yang diperlukan.
"Jadi kemarin sudah menghubungi langsung, menelpon langsung para kepala daerah di Sumatera Barat, kemudian Pak Masinton, kemudian Bu Sirawan, Bupati Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sudah dihubungi juga termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Provinsi Aceh," tuturnya.
Lebih lanjut, Teddy menjelaskan bahwa pesawat yang mengangkut bantuan akan mendarat di bandara yang paling dekat dengan lokasi yang terkena dampak bencana. Setelah mendarat, bantuan tersebut akan segera didistribusikan ke tempat yang membutuhkan.
"Jadi akan ke Padang, Sumatra Barat, kemudian ke bandara terdekat di Tapanuli, itu tepatnya nanti akan ke bandara Silangit, Sumatra Utara, kemudian satu ke bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe Aceh Utara karena adalah bandara terdekat dengan lokasi terdampak," jelas Teddy.