Perum Bulog Kanwil Papua menegaskan bahwa stok beras di enam provinsi di Tanah Papua saat ini sangat mencukupi, mencapai 22 ribu ton. Ketersediaan ini diharapkan dapat menenangkan masyarakat dan menjamin kebutuhan pangan terpenuhi di seluruh wilayah tersebut.
Pimpinan Perum Bulog Kanwil Papua, Ahmad Mustari, pada Kamis (06/11) di Jayapura, menyampaikan bahwa jumlah tersebut belum termasuk pasokan beras sebanyak 110 ribu ton yang sedang dalam perjalanan menuju Tanah Papua. Dengan tambahan ini, total pasokan beras yang akan tersedia akan jauh lebih besar, memperkuat cadangan pangan daerah.
Masyarakat diimbau untuk tidak khawatir akan potensi kekurangan bahan pangan, terutama beras. Bulog berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan pokok ini, termasuk melalui berbagai program penyaluran yang telah berjalan efektif di seluruh Tanah Papua.
Advertisement
Advertisement
Stok beras sebanyak 22 ribu ton yang saat ini tersimpan di gudang-gudang Bulog tersebar di enam provinsi di Tanah Papua. Provinsi-provinsi tersebut meliputi Papua, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya.
Ahmad Mustari menambahkan, pasokan beras yang sedang dalam perjalanan akan segera tiba dan menambah kekuatan cadangan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Bulog untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga, sehingga masyarakat dapat mengakses beras dengan mudah dan terjangkau.
Komitmen Bulog untuk menjaga ketahanan pangan di Tanah Papua sangat kuat. Dengan adanya stok yang memadai dan pasokan berkelanjutan, diharapkan tidak ada gejolak harga atau kelangkaan beras yang dapat meresahkan warga.
Advertisement
Advertisement
Selain menjaga stok, Bulog juga aktif dalam program penyaluran beras melalui inisiatif pangan murah. Sejak Juli lalu, Polda Papua telah menyalurkan 800 ton beras SPHP yang dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Harga jual beras SPHP dalam program ini tercatat Rp67.500 per karung berisi lima kilogram, atau setara dengan Rp13.500 per kilogram. Bulog sendiri telah menyalurkan total 12.000 ton beras SPHP di seluruh Tanah Papua untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan di pasar.
Beras SPHP merupakan produk beras kualitas medium dari Bulog yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau. Mustari juga menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dalam pengawasan harga.
Advertisement
Ia mengimbau, "Jangan ragu untuk melapor bila menemukan harga beras SPHP di atas HET ke aparat keamanan dalam hal ini Polri karena itu melanggar aturan." Hal ini menunjukkan keseriusan Bulog dan aparat keamanan dalam menindak praktik penjualan di atas HET demi melindungi konsumen.
Sumber: AntaraNews