Trivia: Desa Wisata Wae Lolos Pecahkan Rekor, Kunjungan Tembus 11 Ribu Wisatawan dalam 9 Bulan!

Desa Wisata Wae Lolos di Manggarai Barat mencatat rekor kunjungan 11.081 wisatawan pada Januari-September 2025, melampaui tahun sebelumnya. Apa rahasia daya tariknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Desa Wisata Wae Lolos Pecahkan Rekor, Kunjungan Tembus 11 Ribu Wisatawan dalam 9 Bulan!
Desa Wisata Wae Lolos di Manggarai Barat mencatat rekor kunjungan 11.081 wisatawan pada Januari-September 2025, melampaui tahun sebelumnya. Apa rahasia daya tariknya? (AntaraNews)

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cunca Plias mengumumkan pencapaian luar biasa Desa Wisata Wae Lolos di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Destinasi ini berhasil menarik 11.081 wisatawan sepanjang periode Januari hingga September 2025. Angka ini menandai rekor tertinggi sejak Pokdarwis Cunca Plias dideklarasikan pada Juni 2023.

Peningkatan signifikan ini melampaui total kunjungan pada periode yang sama di tahun 2024, yang tercatat sebanyak 11.015 orang. Ketua Pokdarwis Cunca Plias, Robert Perkasa, menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil dari daya tarik alam dan budaya yang kuat. Desa Wisata Wae Lolos semakin digemari wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Wae Lolos didominasi oleh pelancong internasional, yang mencapai 7.182 orang atau sekitar 64,81 persen dari total. Sementara itu, wisatawan lokal atau nusantara menyumbang 3.899 orang atau 35,18 persen. Lonjakan ini menunjukkan potensi besar desa tersebut sebagai destinasi pariwisata unggulan di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Data yang dirilis oleh Pokdarwis Cunca Plias menunjukkan tren positif kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Wae Lolos. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, total 11.081 wisatawan telah berkunjung, memecahkan rekor sebelumnya. Angka ini mencerminkan keberhasilan promosi dan pengelolaan destinasi.

Robert Perkasa menjelaskan bahwa lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara terjadi pada bulan Juli hingga September 2025, mencapai 5.187 orang. Pada periode yang sama, jumlah wisatawan lokal tercatat sebanyak 1.334 orang. Sebelumnya, pada Januari hingga Juni 2025, kunjungan mencapai 5.765 orang, dengan 3.200 wisatawan mancanegara dan 2.565 wisatawan nusantara.

"Jumlah kunjungan wisatawan ini mengalami peningkatan dan mencetak rekor tertinggi sejak Pokdarwis Cunca Plias dideklarasikan pada Juni 2023 lalu," kata Robert Perkasa di Labuan Bajo. Ia juga menambahkan bahwa wisatawan dari Eropa seperti Prancis, Belanda, Jerman, Spanyol, Italia, Inggris, dan Swiss mendominasi kunjungan selama dua tahun terakhir. Namun, turis Asia dari Malaysia, China, Jepang, dan Taiwan juga menunjukkan peningkatan signifikan pada Juli-September 2025.

Desa Wisata Wae Lolos menawarkan kombinasi unik antara keindahan alam dan kekayaan budaya lokal yang menjadi magnet bagi para pelancong. Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat, Stefan Jemsifori, menyebutkan bahwa desa ini memiliki potensi atraksi alam air terjun, budaya, dan kuliner lokal yang menarik.

"Jadi wisata di destinasi super prioritas (DSP) Labuan Bajo bukan hanya di kawasan Taman Nasional Komodo tapi juga di desa sekitar Labuan Bajo," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan peran Desa Wisata Wae Lolos sebagai alternatif wisata daratan yang strategis. Keberadaan desa ini memperkaya pilihan destinasi di sekitar Labuan Bajo.

Desa Wisata Wae Lolos tidak hanya menampilkan kebudayaan khas Manggarai dan kearifan masyarakat lokal, tetapi juga memiliki tujuh destinasi wisata alam yang ramai dikunjungi. Desa ini berjarak sekitar 32 kilometer dari Kota Labuan Bajo, membuatnya mudah diakses. Berikut adalah beberapa spot wisata alam unggulan di Desa Wisata Wae Lolos:

  • Air Terjun Cunca Plias Satu
  • Air Terjun Cunca Plias Dua
  • Air Terjun Tiwu Galong
  • Kolam di Atas Awan
  • Air Terjun Cunca Ri'i

Robert Perkasa optimistis jumlah kunjungan ke Desa Wisata Wae Lolos akan terus meningkat pada tahun 2025 ini. Atraksi alam yang memukau dan budaya setempat yang otentik menjadi daya tarik utama yang membuat desa ini semakin populer di kalangan wisatawan global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi