Fakta Mengejutkan: Fasilitas SPBU Makian Selamat dari Amukan Api Insiden Mobil Tangki Pertamina

Insiden mobil tangki Pertamina di SPBU Makian berhasil diatasi berkat kesigapan petugas dan warga. Apa yang membuat fasilitas SPBU tetap aman dari kobaran api?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Mengejutkan: Fasilitas SPBU Makian Selamat dari Amukan Api Insiden Mobil Tangki Pertamina
Insiden mobil tangki Pertamina di SPBU Makian berhasil diatasi berkat kesigapan petugas dan warga. Apa yang membuat fasilitas SPBU tetap aman dari kobaran api? (Merdeka.com)

Sebuah insiden kebakaran mobil tangki Pertamina terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 86.977.19 Desa Rebudaiyo, Pulau Makian, Halmahera Selatan pada Jumat (12/9/2025). Peristiwa ini terjadi saat proses pembongkaran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari mobil tangki ke tangki timbun SPBU. Beruntungnya, berkat kesigapan petugas dan warga sekitar, api berhasil dipadamkan dengan cepat.

Area Manager Communication Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab kebakaran adalah gangguan pada mesin pompa pembongkaran BBM. Meskipun demikian, fasilitas SPBU secara umum dalam kondisi aman dan tidak terdampak. Pihak Pertamina sangat mengapresiasi bantuan warga yang turut serta dalam upaya pemadaman api.

Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku segera mengambil langkah-langkah preventif. Mereka akan melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum SPBU kembali beroperasi. Hal ini untuk memastikan keamanan dan keselamatan di sekitar area serta menjamin kelancaran distribusi energi bagi masyarakat Pulau Makian.

Kronologi dan Penanganan Cepat Insiden Mobil Tangki Pertamina

Kebakaran mobil tangki Pertamina di SPBU Pulau Makian terjadi sekitar pukul 13.30 WIT pada Jumat (12/9/2025). Api muncul saat proses pembongkaran Pertalite dari mobil tangki ke tangki penampungan SPBU. Petugas SPBU dan warga sekitar segera bertindak cepat untuk memadamkan api yang berkobar.

Ispiani Abbas mengungkapkan, "Dugaan awal penyebab terbakarnya mobil tangki karena terdapat gangguan pada mesin pompa yang digunakan untuk pembongkaran BBM dari mobil tangki ke tangki timbun." Ia menambahkan, "Saat api muncul, petugas dan warga bersama-sama berupaya memadamkan api, kami sangat berterima kasih atas bantuan warga sekitar." Kecepatan respons ini menjadi kunci dalam mengendalikan situasi.

Pihak Pertamina memastikan bahwa yang terbakar hanya mobil tangki, dan api tidak merembet ke fasilitas SPBU lainnya. Kondisi sarana dan prasarana SPBU secara umum tetap aman. Tidak ada korban jiwa dalam insiden mobil tangki Pertamina ini, sebuah kabar melegakan bagi semua pihak.

Prioritas Keselamatan dan Pemulihan Operasional SPBU Makian

Pasca insiden mobil tangki Pertamina, fokus utama Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku adalah memastikan keselamatan dan keamanan area. Sebelum SPBU 86.977.19 kembali beroperasi, serangkaian pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan. Ini meliputi pengecekan sarana dan prasarana, pembersihan material terbakar, serta evaluasi alat keselamatan seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang telah digunakan.

Ispiani Abbas menjelaskan bahwa pihak SPBU akan berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak berwenang lainnya. "SPBU dapat segera dioperasikan kembali, stok BBM juga masih tersedia dan tidak terdampak. Namun sebelum kembali melayani masyarakat, pihak SPBU akan berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak berwenang lainnya, serta melakukan pemeriksaan sarfas menyeluruh, membersihkan material yang terbakar, serta pengecekan alat keselamatan dan pemadam api sebagai antisipasi jika kembali ada keadaan darurat," ujarnya.

Pertamina berkomitmen untuk menjaga distribusi energi bagi masyarakat Pulau Makian. "Saat ini kami fokus memastikan SPBU dalam kondisi layak agar penyaluran BBM di Pulau Makian dapat segera dilakukan sebagai komitmen kami menjaga distribusi energi bagi masyarakat," tutur Ispiani. Diperkirakan, penyaluran BBM dapat kembali dilakukan setelah proses pengecekan dan pembersihan selesai. Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Center (PCC) 135 untuk informasi lebih lanjut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi