PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan pasokan bahan bakar penerbangan (avtur) di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Langkah tanggap darurat ini diambil demi menjaga konektivitas udara yang vital pascabencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus lalu.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa guncangan gempa sempat memutus serta merusak rute distribusi avtur menuju Aviation Fuel Terminal Komodo Labuan Bajo, baik yang berasal dari jalur utama Fuel Terminal Reo maupun jalur alternatif dari Fuel Terminal Ende.
"Untuk menjaga kontinuitas pasokan, Pertamina Patra Niaga menjalankan pola penyaluran darurat atau emergency supply dari Integrated Terminal Bima," ujarnya dikutip dari Antara, Rabu (19/8).
Dalam skema darurat ini, pasokan avtur dikirimkan dari Bima, NTB, menuju Labuan Bajo menggunakan mobil tangki (bridger) yang diangkut lewat jalur laut. Kendati menempuh waktu perjalanan yang lebih panjang dibanding kondisi normal, pola ini terbukti efektif menjaga ketersediaan BBM penerbangan di tengah proses pemulihan akses darat.
Kitty menegaskan bahwa terjaminnya pasokan avtur di kawasan bencana menjadi prioritas utama. Pasalnya, jalur udara merupakan urat nadi transportasi yang sangat krusial dalam situasi krisis.
"Dalam situasi pascabencana, konektivitas udara sangat mendukung pergerakan bantuan, personel kemanusiaan, pencarian dan pertolongan, penanggulangan bencana, serta penerbangan komersial. Untuk itu, kami segera menyiapkan pola suplai alternatif agar layanan avtur di Labuan Bajo tetap berjalan selama jalur pasokan utama dalam proses pemulihan," jelasnya.
Advertisement
Sinergi Bersama BNPB, Basarnas, dan Bandara Sekitar
Guna memperlancar operasional penanggulangan bencana, Pertamina Patra Niaga memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Langkah antisipasi dilakukan secara fleksibel, salah satunya dengan menambah volume pengisian avtur di bandara keberangkatan (extra fueling). Selain itu, armada penerbangan juga dapat memanfaatkan bandara pendukung di sekitar NTT dan Bali, seperti di Lombok, Kupang, hingga Denpasar.
"Sinergi dengan berbagai pihak terus kami perkuat selama masa pemulihan ini. Pengaturan kebutuhan avtur kami lakukan secara cermat dengan kondisi operasional penerbangan, termasuk mengoptimalkan pengisian dari bandara keberangkatan maupun bandara alternatif," ucapnya.
Pertamina Patra Niaga memastikan bakal terus mengawal dan memantau ketersediaan stok avtur, baik di Labuan Bajo maupun bandara-bandara penyangga di sekitarnya.
"Pengaturan ini akan terus disesuaikan selama masa pemulihan agar kebutuhan penerbangan tetap dapat terlayani hingga jalur distribusi menuju Bandara Komodo Labuan Bajo kembali normal," sebutnya.