Hampir Sentuh Rekor 10 Juta Kuintal, PG Ngadirejo Giling Tebu 9 Juta Kuintal dalam 157 Hari!

PG Ngadirejo Giling Tebu sebanyak 9 juta kuintal dalam 157 hari, mendekati target 10 juta kuintal. Akankah rekor 10 tahun lalu terulang?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Hampir Sentuh Rekor 10 Juta Kuintal, PG Ngadirejo Giling Tebu 9 Juta Kuintal dalam 157 Hari!
PG Ngadirejo Giling Tebu 9 juta kuintal dalam 157 hari, mendekati target 10 juta kuintal dan berpotensi mengulang sejarah 10 tahun silam. Akankah tercapai? (AntaraNews)

Pabrik Gula (PG) Ngadirejo di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, berhasil menggiling tebu sebanyak 9 juta kuintal. Pencapaian ini diraih dalam kurun waktu 157 hari musim giling tahun 2025 yang dimulai sejak 10 Mei lalu.

Angka tersebut menempatkan PG Ngadirejo sangat dekat dengan target ambisius 10 juta kuintal. Jika target ini tercapai, pabrik gula tersebut akan mengulang sejarah yang sama dari satu dekade silam.

General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap hasil giling tahun ini. Ia berharap dapat menutup musim giling dengan capaian manis berkat kerja keras semua pihak.

Hingga hari giling ke-157, PG Ngadirejo telah berhasil menggiling tebu sebanyak 9 juta kuintal. Pencapaian ini mendekati 100 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar 10 juta kuintal untuk musim giling 2025.

Wayan Mei Purwono, General Manager PG Ngadiredjo, menyatakan bahwa sedikit lagi mereka akan mengulang sejarah 10 tahun silam. Pada tahun tersebut, PG Ngadirejo juga berhasil menggiling tebu hingga mencapai 10 juta kuintal.

Selain kuantitas, kualitas tebu yang dihasilkan petani pada musim giling 2025 juga menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata rendemen tebu tahun ini diproyeksikan berada di atas 8,12, lebih baik dari rata-rata tahun lalu sebesar 8,12.

Dengan target giling tebu tersebut, PG Ngadirejo juga berharap dapat memproduksi gula sebanyak 80 ribu ton. Angka ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional.

PG Ngadirejo mengelola lahan tebu seluas sekitar 12 ribu hektare untuk mendukung produksi. Lahan ini tersebar di wilayah Kediri dan sekitarnya, dengan sebagian besar merupakan milik petani.

Dari total luas lahan tersebut, sekitar 85 persen di antaranya adalah milik petani tebu. Sisanya merupakan lahan yang dikelola langsung oleh pabrik gula untuk memastikan pasokan bahan baku yang konsisten.

Untuk meningkatkan performa dan kapasitas giling, PG Ngadirejo telah melakukan investasi signifikan. Perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp22 miliar untuk revitalisasi mesin dan infrastruktur pabrik.

Revitalisasi ini menyasar mesin-mesin yang merupakan peninggalan Belanda, memastikan operasional pabrik tetap optimal. Pabrik yang berdiri sejak 1912 ini memiliki kapasitas giling 6.000 ton cane day (TCD), yaitu ketersediaan bahan baku tebu yang harus dipenuhi setiap musim giling.

Keberhasilan PG Ngadirejo tidak lepas dari peran serta dan komitmen tinggi para petani tebu. General Manager Wayan Mei Purwono menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh petani yang terus menyetor tebunya ke pabrik.

"Alhamdulillah kami solid, petani kompak, dan seluruh karyawan ikut bekerja keras mengawal," ujar Wayan. Sinergi antara pabrik, petani, dan karyawan menjadi kunci utama dalam mencapai target produksi.

Pihak PG Ngadirejo berharap dapat menutup musim giling dengan hasil yang manis. Mereka juga berharap dapat kembali mengulang sejarah dengan menggiling tebu sebanyak 10 juta kuintal.

Wayan Mei Purwono juga memohon doa restu dari seluruh masyarakat dan pemangku kebijakan. Harapan besar disematkan agar hajat dan target produksi gula tahun ini dapat tercapai dengan baik.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi