Perum Bulog menegaskan bahwa stok beras yang berasal dari sisa impor tahun 2024 tetap terjaga kualitasnya dan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Jaminan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menepis kekhawatiran publik.
Proses pemeliharaan yang ketat di gudang Bulog menjadi kunci utama dalam menjaga mutu beras. Setiap hari, beras diolah dan dibersihkan menggunakan mesin pemilah modern, memastikan hanya beras terbaik yang disalurkan kepada konsumen.
Masyarakat tidak perlu cemas terhadap mutu dan kelayakan beras tersebut, karena Bulog secara konsisten menerapkan standar pemeliharaan yang tinggi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bulog untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Advertisement
Advertisement
Strategi Bulog Menjaga Kualitas Beras di Gudang
Bulog menerapkan serangkaian pemeriksaan berkala untuk memastikan kualitas beras tetap optimal selama penyimpanan. Pemeriksaan ini meliputi pengecekan harian, mingguan, bulanan, hingga triwulanan, yang dilakukan secara konsisten di seluruh gudang.
Selain pemeriksaan rutin, Bulog juga menjaga sanitasi gudang dengan ketat. Tindakan seperti spraying dan fumigasi segera dilakukan apabila terdeteksi adanya indikasi serangan hama, menjaga beras dari kerusakan.
Dalam proses pengeluaran beras, Bulog menggunakan prinsip "Fifo" (first in, first out) dan "Fefo" (first expired, first out). Hal ini memastikan beras yang lebih dulu masuk atau mendekati tanggal kedaluwarsa akan disalurkan terlebih dahulu, menjaga rotasi stok.
Advertisement
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, "Pada prinsipnya, sepanjang beras dipelihara atau dirawat dengan baik, Insya Allah masa pakainya itu panjang. Seperti yang kami lakukan. Ada pemeliharaan harian, mingguan bulanan, triwulanan, bahkan sampai dengan semesteran."
Advertisement
Penanganan Beras Bermutu Rendah dan Pemanfaatannya
Meskipun telah melalui proses seleksi ketat, kadang ditemukan beras yang mengalami percepatan penurunan mutu, seperti perubahan warna menjadi kuning. Hal ini bisa terjadi karena kondisi panen yang tidak sempurna atau proses pengeringan yang kurang optimal.
Apabila ditemukan penurunan mutu, Bulog segera mengambil tindakan korektif. Tindakan tersebut meliputi fumigasi ulang, pemisahan beras yang rusak, hingga pengolahan kembali menggunakan mesin pemilah modern untuk memastikan hanya beras layak konsumsi yang disalurkan.
Menariknya, beras yang tidak lagi layak konsumsi untuk kebutuhan pokok tidak serta-merta dibuang. Setelah melalui serangkaian SOP yang ketat, beras tersebut dapat dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan industri lain.
Advertisement
Rizal menjelaskan, "Beras-beras yang sudah dipisahkan (beras tak layak konsumsi), kita lokalisir. Nanti kita gunakan sebagai beras untuk kebutuhan pakan (pakan ternak). Jadi tidak dibuang." Ini menunjukkan komitmen Bulog terhadap efisiensi dan minimisasi limbah.
Advertisement
Kapasitas Gudang dan Stok Beras Nasional
Bulog memiliki kapasitas gudang yang sangat besar untuk menampung cadangan beras pemerintah (CBP). Di Jakarta saja, kapasitas gudang mencapai 355.200 ton, tersebar di 74 gudang dengan masing-masing berkapasitas sekitar 3.000 ton.
Stok beras yang disimpan di Jakarta merupakan bagian integral dari total CBP nasional yang mencapai 3,9 juta ton. Berikut rincian komposisi CBP:
- Sekitar 2,95 juta ton atau 75 persen merupakan hasil pengadaan dari dalam negeri, menunjukkan upaya Bulog dalam mendukung petani lokal.
- Sisanya berasal dari pengadaan luar negeri yang dilaksanakan berdasarkan penugasan pemerintah pada tahun 2024.
Advertisement
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, sebelumnya mengungkapkan bahwa stok beras impor tahun 2024 yang tersisa saat ini sekitar 1 juta ton. Arief menambahkan, "Khusus untuk beras luar negeri itu sekarang sisanya 1 juta ton. Usia simpannya yang 7-12 bulan ada 896 ribu ton. Tapi impor sudah selesai tahun lalu dan tidak ada impor tahun ini." Hal ini menegaskan bahwa proses impor beras untuk tahun 2024 telah rampung dan tidak akan ada impor lagi di tahun 2025.
Sumber: AntaraNews