Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya keras menjaga stabilitas harga pangan di wilayahnya. Melalui inisiatif Gerakan Pangan Murah (GPM), Pemkab Agam menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Program ini menjadi langkah konkret dalam menekan laju inflasi dan memastikan daya beli warga tetap terjaga di tengah fluktuasi harga pasar.
Kegiatan Gerakan Pangan Murah Agam perdana dilaksanakan di halaman Masjid Al Hikmah, Simpang Tiga Lubuk Basung, pada Sabtu (30/8). Inisiatif strategis ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Pemkab Agam, Bulog, serta berbagai mitra terkait. Keberadaan masjid sebagai lokasi utama menegaskan komitmen program berbasis komunitas yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, menjelaskan bahwa GPM ini akan terus berlanjut. Rencananya, kegiatan serupa juga akan digelar di Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, pada Minggu (31/8). Langkah ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pangan murah dan berkualitas di seluruh penjuru Agam.
Advertisement
Advertisement
Rosva Deswira merinci bahwa Gerakan Pangan Murah Agam menyediakan beragam komoditas esensial. Stok yang disiapkan meliputi 500 kilogram beras, 1.000 liter minyak goreng, 600 kilogram gula, 150 papan telur, dan 750 kilogram bawang merah. Ketersediaan pasokan yang melimpah ini bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara signifikan.
Harga yang ditawarkan dalam GPM jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar pada umumnya. Sebagai contoh, bawang merah dijual Rp40.000 per kilogram, sementara di pasaran mencapai Rp45.000. Minyak goreng dibanderol Rp15.000 per liter dari harga pasar Rp18.000, dan gula kemasan Rp16.000 per kilogram dari Rp18.000.
Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersedia seharga Rp12.500 per kilogram, dan telur ayam Rp50.000 per papan, jauh di bawah harga pasar Rp55.000. Pemerintah memberikan subsidi antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per item untuk meringankan beban masyarakat. Khusus beras, subsidinya bahkan berasal dari pemerintah pusat, menunjukkan dukungan penuh terhadap program stabilisasi harga pangan ini.
Advertisement
Advertisement
Inisiatif Gerakan Pangan Murah Agam ini disambut antusias oleh masyarakat. Salah seorang warga Agam, Ernita, mengungkapkan rasa syukurnya karena program ini sangat membantu. Harga kebutuhan pokok yang lebih murah dari pasaran sangat meringankan pengeluaran rumah tangga di tengah tantangan ekonomi.
Ernita berharap kegiatan GPM dapat terus berlanjut dan pasokan barang yang disediakan lebih banyak. Ketersediaan stok yang memadai menjadi kunci agar lebih banyak warga dapat merasakan manfaatnya. Permintaan ini mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat akan akses pangan terjangkau secara berkelanjutan.
Dukungan masyarakat menjadi indikator keberhasilan awal program ini. Pemkab Agam berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan pelaksanaan GPM di masa mendatang. Tujuannya adalah memastikan bahwa program stabilisasi harga pangan ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya serentak di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Sebelum pelaksanaannya, telah dilakukan koordinasi virtual dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Inisiatif ini adalah respons proaktif pemerintah dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di daerah. Dengan cara ini, diharapkan pasokan kebutuhan bahan pokok tetap lancar dan harganya stabil di Kabupaten Agam. Langkah strategis ini penting untuk mencegah gejolak harga yang dapat membebani masyarakat.
Rosva juga menambahkan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah Agam ini direncanakan minimal satu kali setiap bulan. Uniknya, pelaksanaannya akan selalu digelar di masjid, sejalan dengan program berbasis masjid yang dicanangkan pemerintah daerah. Pendekatan ini tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews