Korps Marinir Brigif 4 Marinir/BS Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Baru-baru ini, mereka sukses menggelar panen raya padi di lahan ketahanan pangan Batalyon Infanteri 9, Kabupaten Pesawaran. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Marinir dengan kelompok tani lokal yang telah dibina secara intensif.
Panen raya padi ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian integral dari upaya pemerintah untuk memperkuat fondasi pangan negara. Inisiatif ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah tersebut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan produksi padi nasional dapat tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan.
Lahan seluas 22 hektare yang berlokasi di Pesawaran ini ditanami padi jenis Ciherang, varietas unggul yang dikenal dengan produktivitasnya. Setiap hektare lahan diperkirakan mampu menghasilkan antara lima hingga tujuh ton gabah kering. Kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
Advertisement
Advertisement
Komandan Brigade Infanteri 4 Marinir/BS, Kolonel Mar Supriadi Tarigan, menjelaskan bahwa panen raya padi ini adalah langkah strategis. Ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi seluruh rakyat Indonesia. Kolaborasi dengan kelompok tani menjadi kunci sukses dalam mencapai target produksi yang optimal.
Padi jenis Ciherang yang ditanam di lahan ketahanan pangan ini memiliki usia tanam sekitar 125 hari, atau kurang lebih tiga setengah bulan. Pemilihan varietas ini didasarkan pada karakteristiknya yang cocok dengan kondisi tanah dan iklim setempat. Hasil panen yang konsisten menunjukkan keberhasilan pengelolaan lahan dan penerapan teknik pertanian yang baik.
Diharapkan, melalui kegiatan seperti panen raya padi Marinir ini, stabilitas pasokan beras di pasar dapat terjaga. Hal ini juga akan berdampak positif pada harga komoditas pangan, sehingga tidak memberatkan masyarakat. Program ketahanan pangan ini menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain untuk mencapai kemandirian pangan.
Advertisement
Advertisement
Kolonel Mar Supriadi Tarigan mengungkapkan bahwa panen raya kali ini bukanlah yang pertama bagi Brigif 4 Marinir. Ini sudah kesekian kalinya mereka melaksanakan panen, bahkan enam bulan sebelumnya juga digelar panen raya bersama Kepala Staf Angkatan Laut, Kementerian Pertanian, serta pejabat Forkopimda di lokasi yang sama. Konsistensi ini menunjukkan komitmen jangka panjang Marinir.
Hasil panen saat ini tidak jauh berbeda dengan panen sebelumnya, menunjukkan kualitas yang terjaga dengan baik. Kondisi cuaca yang mendukung dan ketersediaan air yang memadai turut menjadi faktor penentu keberhasilan. Keberlanjutan program ini sangat penting untuk menjaga momentum positif dalam produksi pangan.
Danbrigif berharap hasil panen di lahan Yon 9 akan semakin meningkat di masa depan. Peningkatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah, khususnya program makan gizi gratis yang telah berjalan sekitar enam bulan di lingkungan Brigif 4 Marinir. Program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar dan anggota. Saat ini, sekitar tujuh puluh orang masyarakat sekitar diberdayakan untuk mengelola lahan ini, dengan koordinator dari satuan Brigif, menciptakan lapangan kerja dan transfer pengetahuan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews