Pulau Bersejarah di Wales Dilengkapi Benteng Abad ke-19 Dijual, Segini Rincian Total Harganya

Pulau ini dilengkapi dengan fasilitas mewah hasil restorasi yang menyeluruh.

Nadjwa Dwi Yulianita
Oleh Nadjwa Dwi Yulianita - Reporter
Pulau Bersejarah di Wales Dilengkapi Benteng Abad ke-19 Dijual, Segini Rincian Total Harganya
Ilustrasi liburan mewah ke pulau | unsplash.com/@garciasaldana_ (© 2025 Liputan6.com)

Jika Anda benar-benar ingin melarikan diri dari keramaian dunia, sangat sedikit lokasi yang dapat menandingi keheningan Pulau Thorne. Pulau pribadi ini terletak sekitar 3 mil laut dari garis pantai Pembrokeshire di Wales Barat, Inggris, dan menjadi lokasi sebuah benteng yang dibangun pada abad ke-19.

Dengan luas sekitar 2,49 acre atau kurang dari 1 hektar, pulau ini baru saja resmi dijual, dengan harga yang diminta oleh pemiliknya di atas 3 juta (sekitar Rp 56,9 miliar), seperti yang dilaporkan oleh situs Strutt & Parker. Benteng tersebut dilengkapi dengan helipad, bar atap tertutup yang dilengkapi ruang permainan, serta kantor yang menghadap ke laut.

Awalnya, benteng ini dirancang untuk menampung 100 orang, namun kini setelah direstorasi, bangunan tersebut dapat menampung hingga 20 tamu dalam lima kamar tidur mewah. Selain itu, terdapat ruang makan yang luas serta teras yang terlindungi oleh dinding bergaya barak.

Benteng ini dibangun antara tahun 1852 dan 1854 sebagai bagian dari strategi pertahanan nasional untuk menghadapi kemungkinan invasi Napoleon. Seiring berjalannya waktu, fungsi militer pulau ini semakin berkurang.

Sejak pertama kali dijual pada tahun 1932, benteng tersebut sempat digunakan sebagai hotel dan rumah tinggal. Pemilik saat ini, Mike Conner, seorang pengusaha teknologi asal Inggris, membeli pulau ini pada tahun 2017 dengan harga 500.000 (Rp 9,48 miliar) setelah melihat video tentangnya di YouTube, seperti yang ia ceritakan kepada CNN.

Pada saat pembelian, benteng tersebut dilindungi oleh hukum karena status "Grade II", dan tidak memiliki jendela serta utilitas, bahkan tergenang air. Meskipun demikian, Conner merasa terpesona dan melihat kesempatan untuk melakukan restorasi yang langka. Ia mengakui bahwa ia "meremehkan banyak hal," termasuk tantangan dalam memasang toilet flush. "Ada banyak hal yang harus dilakukan agar hal itu terwujud," katanya, termasuk menggali parit di batu dan memasang sistem air mengalir. Timnya perlu melakukan 350 perjalanan helikopter dalam dua hari untuk mengangkut berbagai material, mulai dari tanah untuk lapisan atas, bahan bangunan, hingga pompa panas untuk pemanas sentral dan air panas ke pulau tersebut.

Pulau Bersejarah di Wales Lengkap dengan Benteng Abad ke-19 Dijual, Segini Harganya
Ilustrasi liburan mewah ke pulau | unsplash.com/@garciasaldana_ © 2025 Liputan6.com

Selama empat tahun, para pekerja tinggal di barak yang asli karena proses renovasi sedang berlangsung. Lama waktu pengerjaan terpengaruh oleh kondisi benteng yang sangat memprihatinkan saat diambil alih. Proses sandblasting dinding untuk mengungkapkan batu asli saja memakan waktu enam bulan, dan beberapa bagian dinding granit yang lembap menyebabkan terjadinya banjir dalam waktu yang cukup lama. Renovasi ini, seperti yang dilaporkan dalam rilis pers ke CNN, menghabiskan lebih dari 2 juta dolar (setara dengan Rp 37,92 miliar). Investasi tersebut mencakup 300.000 dolar (sekitar Rp 5,69 miliar) untuk energi terbarukan, termasuk panel surya, penyimpanan baterai, dan sistem biodigester untuk pengelolaan limbah, sehingga benteng ini menjadi sepenuhnya mandiri dan tidak bergantung pada jaringan listrik.

Conner, yang berusia 52 tahun dan memiliki gelar dalam desain industri, menganggap proyek ini sebagai tantangan pribadi. Ia bercanda, "Bagi standar teman-teman saya, ini adalah krisis paruh baya yang cukup sehat," seperti yang dilaporkan dalam berita CNN pada hari Senin, (11/8/2025).

Pulau Bersejarah di Wales Lengkap dengan Benteng Abad ke-19 Dijual, Segini Harganya
Ilustrasi liburan mewah ke pulau | unsplash.com/@garciasaldana_ © 2025 Liputan6.com

Benteng yang hanya dapat dijangkau melalui laut atau udara telah direnovasi untuk meningkatkan ketahanannya terhadap angin badai dan udara asin. Conner, yang telah menghabiskan waktu bersama keluarganya di benteng tersebut, meyakini bahwa lokasi ini sangat ideal untuk dijadikan tempat retret mewah, perayaan, atau bagi mereka yang ingin menikmati kesendirian. Di sisi lain, ia juga sedang mencari tantangan baru dalam hidupnya. "Saya menikmati prosesnya dan saya rasa saya ingin menemukan proyek 'rusak parah' lainnya," ujarnya.

Rekomendasi