Hiruk pikuk pencari kerja terdengar ramai di gelaran Jakarta Job Fair 2025 yang resmi dibuka pada Kamis (24/7). Seorang pencari kerja nampak menata ulang map coklat yang berisi daftar riwayat hidup atau CV di depan stan bursa kerja Healthy Go.
Namanya Alya (30), seorang perantau dari luar pulau Jawa, datang ke Jakarta Job Fair 2025. Bukan sekadar untuk coba-coba. Alya bilang, sedang membawa harapan baru setelah kontrak kerjanya tidak diperpanjang akibat adanya efisiensi di perusahaan lama.
"Tahu info job fair ini dari hasil cari-cari di internet. Saya memang lagi aktif cari kerja, karena masa kerja saya habis bulan Juni kemarin," kata Alya kepada Liputan6.com di lokasi Jakarta Job Fair 2025 di SMKN 57 Jakarta, Jalan Taman Margasatwa Raya Nomor 38B, Jakarta Selatan.
Alya terlihat antusias saat berada di depan stan PT Dapur Sehat Indonesia atau lebih dikenal Healthy Go, sebuah penyedia paket katering sehat dan program khusus untuk diabetes dan kolesterol, yang dikontrol oleh nutrisionis.
Dia juga berpakaian rapi dengan tas ransel warna hitam yang terlihat cukup berat, seolah siap untuk berburu kerja. Senyum Alya juga nampak selalu merekah saat berhadapan dengan staf rekrutmen yang menjaga stan.
Alya menilai, job fair atau bursa kerja sebagai salah satu cara cepat bagi para pemburu kerja sepertinya. Dia berharap, bisa mendapatkan satu peluang yang sesuai dengan pengalamannya di bidang penjualan.
Advertisement
Posisi yang Diincar
Meski begitu, Alya menceritakan bahwa posisi yang dia incar belum tersedia dalam lowongan yang dibuka Healthy Go dalam job fair. CV-nya pun hanya dimasukkan ke dalam basis data perusahaan sebagai salah satu prosedur standar yang baginya terasa kurang meyakinkan.
"Mereka bilang nanti kalau ada lowongan yang cocok, saya akan dihubungi. Jadi dimasukkan ke database dulu," ujar Alya.
Sebagai perantau yang ingin tetap bekerja di Jakarta, Alya amat berharap proses perekrutan dalam job fair dilakukan dengan profesional. Dia juga ingin membuktikan bahwa isu-isu negatif terkait job fair yang beredar di luaran sana tak benar adanya.
"Tapi saya sih berharap prosesnya profesional, bukan cuma formalitas karena ada event saja, seperti isu-isu yang ada," katanya.
Tidak hanya berhenti di Jakarta Job Fair, Alya berencana untuk melanjutkan pencarian kerja ke lokasi lain, jika belum menemukan hasil hari ini. Sebab, bagi Alya job fair bukan sekadar ajang seremonial, melainkan harapan nyata untuk bisa kembali bekerja dan bertahan di kota besar.
"Saya perantau jadi memang masih mau kerja di Jakarta," ujar dia.