PT Kaltim Prima Coal (KPC), unit usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi bekerja sama dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) dan PT Nusa Tambang Pratama (NTP) menginisiasi pemanfaatan kolam bekas tambang melalui budi daya ikan air tawar. Lokasinya ada di kolam pasca-tambang 'Pit Surya' bernama Telaga Batu Arang dengan pola perikanan keramba siring apung.
General Manager ESD KPC, Wawan Setiawan mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan di wilayah sekitar tambang KPC.
Pada April 2025, telah dilakukan panen perdana ikan lele hasil penebaran bibit pertama. Di hari yang sama, dilakukan pula penebaran benih tahap kedua sejumlah 13 ribu ekor.
"Pengembangan budi daya keramba ikan dilakukan dengan membudidayakan dua jenis ikan air tawar, yakni nila dan lele. Ikan hasil budi daya keramba di kolam pascatambang KPC telah teruji aman untuk dikonsumsi," kata Wawan dikutip di Jakarta, Selasa (8/7).
KPC juga menggandeng Universitas Mulawarman, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur untuk melakukan uji kandungan logam melalui pemeriksaan laboratorium yang hasilnya membuktikan perikanan air tawar layak dikembangkan di kolam pascatambang.
"Kerja sama KPC dan Universitas Mulawarman dalam bidang pengembangan perikanan di kolam pascatambang merupakan bagian dari kerja sama dalam bidang pemantauan biota perairan di kawasan tambang Perusahaan," katanya.
"Kami berupaya agar lahan pasca-tambang dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Lahan bekas area tambang bukanlah akhir dari cerita, namun babak baru dalam kehidupan," tambahnya.