Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Timur dan Bank Indonesia Perwakilan Kaltim terus mengintensifkan kerja sama mereka. Sinergi ini bertujuan utama untuk membendung laju inflasi di wilayah tersebut. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjaga stabilitas daya beli masyarakat secara berkelanjutan.
Wakil Ketua I TPID Kaltim, Budi Widihartanto, mengungkapkan strategi kunci yang diterapkan. Menurut Budi, pendekatan 4K menjadi tulang punggung upaya pengendalian inflasi. Ia juga menjelaskan bahwa strategi ini meliputi keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan.
Selain itu, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif juga menjadi bagian integral dari strategi 4K. Berkat implementasi ini, inflasi Kaltim pada September tercatat sangat rendah. Angka tersebut jauh lebih baik dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Advertisement
Advertisement
Strategi 4K Unggulan dalam Pengendalian Inflasi Kaltim
Sinergi antara TPID Kaltim dan Bank Indonesia terus diperkuat melalui implementasi strategi 4K. Strategi ini mencakup empat pilar utama: keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Pendekatan komprehensif ini dirancang untuk menciptakan stabilitas harga di pasar lokal.
Budi Widihartanto, yang juga menjabat Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, menyatakan, "TPID Provinsi Kaltim terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, khususnya BI dalam pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif." Salah satu bukti keberhasilan strategi ini adalah penyelenggaraan pasar murah secara masif. Pemerintah Provinsi Kaltim bersama TPID se-Kaltim telah menggelar 129 kali pasar murah sepanjang September 2025. Kegiatan ini terbukti efektif dalam menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas pangan.
Selain pasar murah, penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) hasil kerja sama dengan Bulog juga menjadi faktor penting. Upaya ini memastikan pasokan beras tetap stabil dan harganya terjangkau bagi masyarakat. "Pada September lalu telah dilakukan 129 kali gelar pasar murah dan penyaluran beras SPHP hasil kerja sama dengan Bulog. Hasilnya laju inflasi Kaltim pada September tertahan di angka 0,04 persen," ujar Budi.
Advertisement
Advertisement
Kinerja Inflasi Kaltim Melampaui Rata-rata Nasional
Berkat berbagai langkah strategis yang diterapkan, kinerja inflasi di Kalimantan Timur menunjukkan hasil yang sangat positif. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada September mencatat inflasi bulanan sebesar 0,04 persen (mtm). Angka ini menunjukkan stabilitas harga yang signifikan di wilayah tersebut.
Jika dibandingkan dengan tingkat nasional, capaian inflasi Kaltim jauh lebih baik. Inflasi nasional pada periode yang sama tercatat sebesar 0,21 persen (mtm) atau 2,65 persen (yoy). Ini menempatkan Pengendalian Inflasi Kaltim dalam posisi yang lebih terkendali.
Secara tahunan, inflasi Kaltim berada pada 1,77 persen (yoy) dan 1,54 persen (ytd) untuk tahun kalender. Angka-angka ini masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional, yakni 2,5 ± 1 persen. Kondisi ini menegaskan efektivitas kebijakan TPID dan BI Kaltim.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Regional dan Stabilitas Pangan
Koordinasi yang efektif tidak hanya terjadi di tingkat provinsi, tetapi juga meluas ke skala regional. Pada 25 September 2025, telah dilaksanakan Koordinasi Wilayah TPID se-Kalimantan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Pertemuan ini berfokus pada penguatan ekosistem pangan dan akselerasi program swasembada pangan.
TPID Kaltim juga secara proaktif menggelar pasar murah untuk komoditas pangan tertentu yang harganya cenderung bergejolak. Komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, dan berbagai jenis sayuran menjadi target utama intervensi ini. Langkah ini bertujuan untuk menahan kenaikan harga yang tidak wajar.
Hasil dari seluruh upaya tersebut adalah kondisi harga pangan di Kalimantan Timur yang relatif stabil dan terkendali. Meskipun dinamika perekonomian terus berubah, stabilitas harga tetap terjaga. "Hasilnya, kondisi harga pangan di Kaltim relatif stabil dan terkendali di tengah dinamika perekonomian," katanya. Ini merupakan indikator keberhasilan strategi Pengendalian Inflasi Kaltim.
Advertisement
Sumber: AntaraNews