Ekspor UMKM Tembus Rp920 Miliar hingga April 2025, Kemendag Dorong Business Matching

Program business matching ekspor bertujuan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Ekspor UMKM Tembus Rp920 Miliar hingga April 2025, Kemendag Dorong Business Matching
Ekspor UMKM Tembus Rp920 Miliar hingga April 2025, Kemendag Dorong Business Matching (Merdeka.com)

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa nilai transaksi ekspor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia melalui program business matching mencapai USD 57,61 juta atau setara Rp920 miliar hingga April 2025. Nilai tersebut didasarkan pada asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS.

“Dari Januari sampai April, kita sudah mencatat transaksi sebesar USD 57,61 juta. Kalau dirupiahkan dengan kurs Rp16.500, jumlahnya mencapai Rp920 miliar. Ini dari UMKM, lho,” ujar Budi dalam acara Kick Off Astra Export Champion di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (19/5).

Budi menjelaskan, program business matching ekspor bertujuan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM serta meningkatkan daya saing mereka di pasar global. Menurutnya, program ini mempermudah pelaku UMKM bertemu langsung dengan pembeli internasional (buyer), bahkan langsung menghasilkan transaksi signifikan.

“Saya dulu pikir UMKM ini baru kenalan dengan buyer. Ternyata langsung beli dalam jumlah besar,” katanya.

Melihat tingginya minat pasar internasional terhadap produk UMKM Indonesia, Kementerian Perdagangan berkomitmen memperluas dukungan melalui jaringan perwakilan dagang di 33 negara. Pelaku UMKM akan didampingi oleh staf perwakilan saat melakukan business matching, sehingga kendala bahasa bukan menjadi hambatan.

“Tidak perlu kursus bahasa Mandarin atau Taiwan. Setiap business matching akan didampingi oleh perwakilan kita yang bisa menerjemahkan. Pelaku UMKM cukup berbicara dalam bahasa Indonesia,” tambahnya.

Kemendag menargetkan pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen pada tahun 2025. Dalam mencapai target tersebut, peran UMKM dianggap strategis, terutama melalui program-program pendukung seperti business matching dan pembinaan ekspor dari sektor swasta maupun pemerintah daerah.

“UMKM kita sekarang luar biasa, kualitasnya bagus. Ada dukungan dari berbagai pihak seperti Astra, sekolah ekspor, dan pemda. Kita harus bersama-sama mendorong UMKM tidak hanya menguasai pasar dalam negeri, tapi juga ekspor,” pungkas Budi.

Rekomendasi