Bukan di Dalam Negeri, Perusahaan Asal Purwakarta Siap Investasi Rp33 Triliun di Amerika Serikat

Perusahaan multinasional dari Purwarkarta akan meningkatkan investasinya di Amerika Serikat.

Natasha Amani
Oleh Natasha Amani - Reporter
Bukan di Dalam Negeri, Perusahaan Asal Purwakarta Siap Investasi Rp33 Triliun di Amerika Serikat
Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO) (© 2025 Liputan6.com)

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menginformasikan bahwa Indorama, sebuah perusahaan multinasional yang berasal dari Purwakarta, berencana untuk meningkatkan investasi di Amerika Serikat (AS).

Menurut Airlangga, perusahaan tersebut sedang mempertimbangkan untuk membangun proyek amonia biru di Louisiana, AS. Penambahan investasi ini didorong oleh pemerintah dalam rangka negosiasi mengenai kebijakan tarif impor baru yang diterapkan oleh Pemerintahan Donald Trump.

Indorama berencana untuk menambah investasi sebesar USD 2 miliar, yang setara dengan sekitar Rp 33,6 triliun.

"Kami sampaikan juga dari perusahaan Indorama untuk investasi USD 2 miliar di Louisiana untuk proyek blue amonia," ungkap Airlangga saat berbicara kepada media di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (28/4).

Sebagai tambahan informasi, Indorama adalah perusahaan yang bergerak di berbagai produk dan telah memulai operasinya di Purwakarta sebelum melakukan ekspansi ke beberapa negara, termasuk AS.

Di Louisiana, Airlangga menjelaskan bahwa proyek amonia biru yang dikerjakan oleh Indorama sudah memasuki tahap front end engineering design (FEED), yang merupakan langkah awal dalam pembangunan pabrik.

"Mereka akan bangun di Louisiana. Sekarang itu sudah masuk proses front end engineering design," jelasnya.

Hasil Negosiasi

Selain itu, Airlangga juga melaporkan tentang hasil negosiasi yang berkaitan dengan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Indonesia.

Dalam kunjungan delegasi Indonesia ke AS, Airlangga bertemu dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, serta perwakilan dari Kantor Perdagangan AS (US Trade Representative/USTR).

Tak hanya itu, Airlangga juga melakukan pertemuan dengan perwakilan dari sejumlah perusahaan AS, seperti Amazon, Boeing, Microsoft, dan Google.

"Saya laporkan ke Presiden yang ditawarkan Indonesia secara prinsip melalui surat yang disampaikan 7 dan 9 April mendapatkan apresiasi ke Amerika," bebernya.

"Surat kita relatif komprehensif, terkait non tarif barrier, dan rencana Indonesia seimbangkan neraca perdagangan," tambah Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia menginginkan perdagangan yang adil, yang sering disebut sebagai 'fair and square.'

Atur keseimbangan neraca perdagangan

Perusahaan Asal Purwakarta Bakal Investasi Rp 33 Triliun di AS
Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO) © 2025 Liputan6.com

Ia menjelaskan bahwa Indonesia berupaya menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Amerika Serikat.

"Neraca perdagangannya mencapai sekitar USD 19 miliar, sedangkan kita menawarkan lebih dari USD 19,5 miliar. Transaksi langsung mencapai USD 19,5 miliar, namun ada proyek yang akan dibeli dari AS," ungkapnya.

Selain itu, Indonesia juga mengharapkan agar AS memberikan tarif yang lebih adil untuk produk ekspor dari Indonesia.

"Kami juga mengajukan permohonan untuk tarif yang bersifat resiprokal, yang artinya untuk komoditas utama Indonesia yang diekspor ke AS. Kami meminta agar tarif kami setara dengan negara lain, seperti Vietnam dan Bangladesh, sehingga kami dapat memiliki level playing field yang setara," tambahnya.

Rekomendasi