Fakta Unik: DLH Mataram Bangun Taman Bunga Sepanjang 600 Meter di Udayana, Ini Tujuannya!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram sedang membangun taman bunga sepanjang 600 meter di Jalan Udayana. Proyek ini bertujuan mempercantik kawasan dan menjaga privasi pengguna jogging track.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: DLH Mataram Bangun Taman Bunga Sepanjang 600 Meter di Udayana, Ini Tujuannya!
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram sedang membangun taman bunga sepanjang 600 meter di Jalan Udayana. Proyek ini bertujuan mempercantik kawasan dan menjaga privasi pengguna jogging track. (Merdeka.com)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tengah aktif mempercantik wajah kota dengan pembangunan infrastruktur hijau. Salah satu proyek terbarunya adalah pembangunan taman bunga sepanjang 600 meter di Jalan Udayana. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan menambah estetika kota, tetapi juga memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Proyek pembangunan taman bunga di Jalan Udayana ini dimulai dari Teras Udayana hingga Pos Polisi di bagian utara. Anggaran sebesar Rp200 juta dialokasikan oleh DLH Kota Mataram untuk merealisasikan taman ini, yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan intensif.

Kehadiran taman ini diharapkan dapat mendukung fasilitas jogging track yang sudah ada di sekitar Udayana. Dengan penataan yang cermat, taman bunga ini akan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah kota dalam menyediakan ruang terbuka hijau yang fungsional dan indah bagi warganya.

Peningkatan Estetika dan Privasi Kawasan Udayana

Pembangunan taman bunga sepanjang 600 meter di Jalan Udayana ini dirancang dengan konsep yang matang. Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menjelaskan bahwa taman ini akan ditanami bunga dengan ukuran lebih tinggi. Hal ini bertujuan agar aktivitas masyarakat yang berolahraga di jogging track tidak terlihat langsung dari jalan raya.

Aspek privasi menjadi perhatian utama dalam desain taman bunga Udayana ini. Dengan adanya tanaman yang lebih tinggi, privasi masyarakat yang sedang berolahraga di jogging track dapat lebih terjaga dan tertutup. Ini menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan aman bagi para pengguna fasilitas olahraga.

Selain fungsi privasi, penataan taman ini juga memiliki tujuan utama untuk menambah estetika kawasan Taman Udayana. Kawasan ini merupakan salah satu ruang terbuka hijau (RTH) penting di Kota Mataram. Kehadiran taman bunga diharapkan dapat semakin memperindah dan memperkuat fungsi Udayana sebagai paru-paru kota.

Fasilitas jogging track yang didukung oleh taman bunga ini diharapkan dapat menyediakan area khusus yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Ini mendorong gaya hidup sehat, meningkatkan interaksi sosial, serta menambah nilai estetika keseluruhan kawasan Udayana.

Perluasan Penataan Hijau di Kota Mataram

Inisiatif pembangunan taman bunga tidak hanya terbatas di Udayana. DLH Mataram juga sedang mengerjakan proyek serupa di Jalan TFG Faisal Sweta, dengan total panjang sekitar 1,4 kilometer. Proyek ini merupakan bagian dari upaya penataan wilayah timur Kota Mataram yang dikerjakan secara bertahap.

Untuk tahap pertama di Jalan TFG Faisal Sweta, taman bunga yang dibuat sekitar 180 hingga 200 meter dengan anggaran Rp80 juta. Sisa panjang sekitar 1,2 kilometer akan dikerjakan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Keberadaan taman bunga pinggir jalan ini dimaksudkan sebagai upaya penataan sekaligus mempercantik lingkungan.

Taman-taman ini juga berfungsi untuk menyediakan ruang hijau, meningkatkan kualitas udara, dan memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki. Selain itu, taman di trotoar juga dapat berfungsi sebagai area rekreasi dan interaksi sosial. Ini membantu mengurangi dampak negatif dari pembangunan perkotaan yang pesat.

DLH menargetkan sisa penataan taman trotoar sekitar 1,2 kilometer akan dikerjakan bertahap hingga tahun 2026. Komitmen ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Komitmen Pemeliharaan Lingkungan Berkelanjutan

Pembangunan taman-taman ini tentu diikuti dengan komitmen pemeliharaan yang berkelanjutan. Denny menjelaskan bahwa DLH Mataram memiliki satuan tugas (satgas) pertamanan khusus. Satgas ini bertugas melakukan patroli pengawasan dan pemeliharaan rutin terhadap taman-taman di seluruh Kota Mataram.

Jika ditemukan bunga atau tanaman yang mati atau rusak, petugas dari satgas pertamanan akan segera melakukan tindakan "tambal sulam". Ini memastikan bahwa keindahan dan fungsi taman tetap terjaga optimal. Sistem pemeliharaan ini menjadi kunci keberhasilan program penghijauan kota.

Keberadaan satgas ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menjaga aset-aset hijau yang telah dibangun. Dengan pemeliharaan yang terencana dan responsif, taman-taman kota dapat terus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan lingkungan. Ini juga mendukung upaya Mataram menjadi kota yang lebih asri dan nyaman dihuni.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi