Benarkah China Bakal Bangun Kereta Cepat Jakarta-Surabaya? Ini Penjelasan Luhut

Luhut memberi sinyal bahwa proyek kereta cepat bakal diteruskan sampai ke Surabaya. Namun, rencana proyek kereta cepat ke Surabaya itu perlu didukung oleh adanya transfer teknologi dan pengalaman yang Indonesia telah miliki.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Benarkah China Bakal Bangun Kereta Cepat Jakarta-Surabaya? Ini Penjelasan Luhut
luhut pandjaitan. ©2020 Foto: Tebe/Humas Ekonomi

China dikabarkan akan kembali menjadi mitra dalam pembangunan proyek kereta cepat yang akan menghubungkan Jakarta-Surabaya. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan dengan meneruskan kerja sama kereta cepat dengan China, biaya yang dikeluarkan akan lebih murah.

"Jakarta-Surabaya, nanti (negara) mana saja. Kalau kita lihat sekarang yang paling banyak memproduksi kereta api cepat di dunia kan China, 40.000 Km. Jadi cost (biaya) dia pasti lebih murah," ujar Luhut usai menghadiri Indonesia Net Zero Summit 2023, Jakarta Pusat, Sabtu (24/6).

Sebelumnya, Luhut memberi sinyal bahwa proyek kereta cepat bakal diteruskan sampai ke Surabaya. Namun, rencana proyek kereta cepat ke Surabaya itu perlu didukung oleh adanya transfer teknologi dan pengalaman yang Indonesia telah miliki.

"Karena kita ada hilirisasi, banyak material-material yang akan bisa diproduksi dalam negeri, sehingga dengan demikian menciptakan lapangan kerja buat UMKM dan sebagainya," kata Luhut di Stasiun Tegalluar Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Kamis (22/6).

Saat ini, menurutnya ada sekitar 400-600 orang dari Indonesia sedang menjalani pelatihan di China untuk mengoperasikan dan memelihara kereta cepat tersebut.

"Ini modal kita nanti, kalau pemerintahan nanti yang akan datang untuk meneruskan program ini. Karena ini akan membuat ekonomi kita lebih baik," kata dia.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dijajal Jokowi

Di lain hal, Luhut menyebut bahwa Presiden Joko Widodo bakal mencoba menumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebelum 28 Juli 2023. "Presiden titip salam ke saudara-saudara sekalian, beliau akan naik kereta ini nanti sebelum 28 Juli, mungkin satu minggu sebelumnya," kata Luhut.

Dia meminta pihak pengelola atau pelaksana proyek itu untuk menyelesaikan beragam hal di stasiun tersebut agar lebih rapi saat dikunjungi Presiden Joko Widodo.

"Saya pikir kita perlu siapkan lebih rapi lagi ini, saya titip kepada kita semua teman-teman yang kerja, dirapikan supaya Presiden kita Jokowi yang berani memutuskan ini, itu juga melihat hal yang baik di sini," kata dia.

Luhut mengatakan Proyek KCJB itu pada Juni 2023 ini sudah hampir rampung. Meski begitu, menurutnya, pekerjaan yang dilakukan belum sepenuhnya usai karena masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan. Dia pun menargetkan proyek itu bisa rampung pada 18 Agustus 2023.

Rekomendasi