Fakta-Fakta Mencengangkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bisa Melaju 350 Km/Jam

Tarif kereta cepat Jakarta-Bandung belum diputuskan. Namun, pembahasan untuk tarif ini berkisar Rp250.000 dalam satu kali perjalanan.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Fakta-Fakta Mencengangkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Bisa Melaju 350 Km/Jam
Jokowi resmikan kereta cepat Bandung-Jakarta. ©Reuters/Garry Lotulung

Kereta cepat Jakarta-Bandung hingga Juli 2023 belum beroperasi untuk angkutan masal. Namun, uji coba kereta ini sudah dilakukan beberapa kali oleh sejumlah pejabat negara.

Meski selama pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diiringi dengan kontroversi, namun sejumlah fakta menarik dari proyek triliunan rupiah ini patut disimak. Berikut daftarnya;

1. Menyasar Pekerja Elit

Tarif kereta cepat Jakarta-Bandung belum diputuskan. Namun, pembahasan untuk tarif ini berkisar Rp250.000 dalam satu kali perjalanan.

Pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno menyebut transportasi kelas premium ini memang menyasar segmen kelompok atas yang tinggal di Bandung namun bekerja di Jakarta. Setidaknya pekerja tersebut memiliki gaji minimal Rp50 juta per bulan.

"Nanti yang beralih itu mereka yang biasa tinggal di Bandung dengan penghasilan sebulan di atas Rp50 juta sampai ratusan juta," kata Djoko saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat (26/5).

2. Kecepatan 350 Km/jam

Dalam uji coba, kereta ini memiliki kecepatan 350 Km/jam. Meski demikian, kecepatan ini tidak membuat guncangan yang mengganggu.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat membagikan pengalamannya merasakan uji coba kereta cepat. Dia membagikannya lewat video dan diunggah ke media sosial.

Dia mengungkapkan, perjalanan kereta cepat hanya membutuhkan waktu 30 menit dari Jakarta Halim menuju Stasiun Padalarang.

"Kurang dari 30 menit sudah sampai, uji coba kecepatan 300 km/jam kereta api cepat Jakarta Halim ke Stasiun Padalarang,” tulisnya di akun instagramnya.

3. Jakarta-Bandung Hanya 30 Menit

Sesuai dengan konsepnya yaitu kereta cepat, maka jarak tempuh Jakarta - Bandung, hanya 30-45 menit. 

Estimasi ini disampaikan, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan usai melakukan uji coba kereta cepat Jakarta-Bandung dari Stasiun Halim tujuan Stasiun Tegalluar. Dia menjelaskan, perjalanan dari bisa ditempuh selama 45 menit.

"Dengan harapan rakyat juga merasakan bagaimana kereta cepat ini, dari Jakarta itu coba LRT, dan coba kereta cepat, sampai di Padalarang kira-kira 30 menit, dan sampai di sini (Tegalluar) 45 menit," kata Luhut.

4. Kereta Cepat Pertama di Asia Tenggara

Kereta ini diklaim menjadi proyek kereta cepat pertama di Indonesia dan juga di Asia Tenggara yang telah diinisiasi sejak tahun 2015. Standar kecepatan kereta cepat ini akan mencapai 350 km per jam.

Dengan menempuh jarak sepanjang 142,3 kilometer, KCJB hanya memerlukan waktu tempuh 36 hingga 44 menit atau 40 menitan. Artinya, jauh lebih cepat dibanding waktu tempuh kereta reguler yang kini bisa mencapai 3-4 jam.

Kereta ini nantinya bakal memiliki empat stasiun pemberhentian yaitu Halim (Jakarta Timur), Karawang, Walini (Kabupaten Bandung Barat), serta Tegalluar (Kabupaten Bandung), serta memiliki kapasitas total mencapai 601 penumpang serta ruang khusus difabel.

"Ini sejarah loh di Indonesia, ada perjalanan moda transportasi kecepatan 350 Km per jam untuk kereta api, itu luar biasa. Kita harus bangga dengan kereta cepat," kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo di Jakarta, Kamis (25/5).

Rekomendasi