Merek roti cukup populer di Indonesia, Roti Boy dan Roti O sempat menjadi perbincangan di media sosial. Tidak sedikit pengguna Twitter yang terkejut bahwa Roti Boy merupakan merek asal Malaysia.
Jika melihat sekilas Roti Boy dan Roti O memiliki identitas yang hampir mirip, berwarna kuning, dengan gambar pria bertopi koki pada bungkusnya.
Namun, ada 7 hal lainnya yang bisa disimak antara Roti Boy dan Roti O:
1. Jenis Roti
Baik Roti Boy atau Roti O sama-sama merupakan coffee bun yang berasal dari Mexico dengan bahan roti terbuat dari moka.
2. Asal Negara
Roti Boy merupakan merek roti asal Malaysia, pendirinya adalah Hiro Tan. Roti Boy didirikan pada tahun 1998. Sementara Roti O merupakan merek Indonesia di bawah naungan PT Sebastian Citra Indonesia.
Advertisement
3. Sejarah Berdirinya
Di awal penjualan Roti Boy di Indonesia berasal dari manajemen yang sama, yaitu satu manajemen di bawah brand Roti Boy, dengan pemilik brand Roti Boy dari Malaysia, dan master franchise Roti Boy di Indonesia dipegang oleh orang Indonesia.
Dalam perkembangannya, pemilik brand Roti Boy (Malaysia) dengan master franchise Roti Boy di Indonesia berpisah manajemen dan masing-masing membangun brand roti sendiri, yang hari ini dikenal dengan brand Roti Boy (Malaysia) dan Roti O (Indonesia).
4. Lokasi Gerai
Roti Boy dan Roti O sama-sama menjajakan produk mereka di lokasi-lokasi strategis seperti stasiun, bandar udara, atau pusat perbelanjaan. Bahkan, kedua merek roti ini identik dengan roti stasiun atau bandar udara.
Advertisement
5. Pilihan Menu
Roti Boy memiliki 2 jenis roti, yaitu Rotiboy dan Rotigal. Roti Boy terbuat dari moka (kopi susu), sedangkan Rotigal terbuat dari vanilla.
Roti Boy berwarna coklat tua, sedangkan Roti Gal berwarna cream. Di dalam Roti Boy terdapat mentega, sedangkan di dalam Roti Gal, adalah susu dan keju.
Sementara Roti O, hanya ada 1 pilihan menu roti, yaitu Roti O yang terbuat dari moka (kopi susu), dengan mentega di dalamnya.
6. Ukuran dan Tekstur Roti
Ukuran Roti Boy lebih besar dengan tekstur roti lebih renggang, sehingga roti terasa ada bagian keras di atas, tapi lembut di dalam. Tekstur rotinya mengembang di keseluruhan roti.
Sedangkan, Roti O berukuran lebih kecil, karena tekstur roti bertekstur lebih padat dan mengumpul.