Sudah Bentuk Tim, Erick Thohir Siapkan Sanksi untuk Dirut Berdikari Bawa Pistol

Sedikitnya, ada 3 poin yang bakal diperhatikan oleh Erick Thohir sebelum menentukan sanksi bagi Harry Warganegara. Pertama, legalitas kepemilikan senjata api. Kedua, tujuan membawa senjata api. Ketiga, performa atau kinerja dari perusahaan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Sudah Bentuk Tim, Erick Thohir Siapkan Sanksi untuk Dirut Berdikari Bawa Pistol
Erick Thohir. Arief Rahman Hakim ©2023 liputan6.com

Menteri BUMN, Erick Thohir tengah mencari sanksi yang tepat bagi Direktu Utama PT Berdikari Harry Warganegara yang membawa senjata api di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar beberapa waktu lalu. Ada beberapa poin yang jadi perhatian Erick saat ini.

Sedikitnya, ada 3 poin yang bakal diperhatikan oleh Erick Thohir sebelum menentukan sanksi bagi Harry Warganegara. Pertama, legalitas kepemilikan senjata api. Kedua, tujuan membawa senjata api. Ketiga, performa atau kinerja dari perusahaan.

"Tentu masalah dirut berdikari kita cek 3 hal, kenapa kepemilikan senjata itu terjadi, resmi atu tidak? Sudah ada (tim) yang saya kirim," ujar dia di Kementerian BUMN, Rabu (3/5).

Kemudian, menyoal tujuan pejabat BUMN membawa senjata api, Erick juga bakal menelusuri hal itu. Apalagi, dia menegaskan kalau Erick Thohir sebagai Menteri BUMN pun tidak membawa senjata api.

"Yang kedua kenapa bawa senjata? Saya kemarin bicara keras, saya saja menterinya kemana-mana gak bawa senjata. Emang tugasnya kita sebagai pelayan publik nakut-nakutin publik, gitu? Nah yang ketiga tentu performance perusahaan," bebernya.

Setelah mendapat informasi secara lengkap dari berbagai aspek itu, baru Kementerian BUMN bakal menentukan bentuk sanksinya. Tapi, Erick menegaskan kalau dia akan memberikan sanksi tegas.

"Nah kita lagi lihat, pasti saya akan tindak tegas kalau data-datanya sudah konkret. Tapi akan saya tindak tegas karena ini prinsip, bukan main-main," tegas dia.

Bakal Jatuhkan Sanksi

Diberitakan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bakal memberikan sanksi tegas kepada sejumlah bos perusahaan pelat merah yang tidak sesuai aturan. Termasuk kepada direktur utama atau Dirut BUMN yang kedapatan pergi membawa pistol.

Pernyataan itu diberikan pasca adanya insiden ledakan pistol saat proses check in di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar pada Senin (17/4). Menurut laporan kepolisian, sang pemilik pistol merupakan Direktur Utama PT Berdikari, Harry Warganegara.

Erick Thohir menyatakan, pemberian sanksi akan diberikan bila proses penyidikan kasus sudah jelas dan ditemukan adanya pelanggaran.

"Ya pasti dong kalau ada black and white-nya. Menterinya aja enggak bawa pistol, masa mau ketemu rakyat bawa pistol. Orang mau ketemu rakyat harus melayani masa bawa pistol," tegas Erick di Jakarta, Rabu (19/4).

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi