Menkop Teten: 25.000 Ton Pakaian Bekas Ilegal Masuk ke Indonesia

Sementara, yang tercatat masuk ke Indonesia hanya sekitar puluhan ton saja. Kondisi ini bisa merusak pasar industri lokal dalam negeri.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Menkop Teten: 25.000 Ton Pakaian Bekas Ilegal Masuk ke Indonesia
Menkop Teten. Arief ©2023 Liputan6.com

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyebut ada sekitar 25.000 ton pakaian bekas ilegal yang masuk ke Indonesia. Angka ini mengacu pada data yang disajikan oleh Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) yang didapat dari data ekspor yang disalurkan dari Malaysia.

Sementara, yang tercatat masuk ke Indonesia hanya sekitar puluhan ton saja. Kondisi ini bisa merusak pasar industri lokal dalam negeri.

"2022 ada 25.000 ton, yang masuk kalau dihitung dari negara (asal) pengekspornya. Yang dicatatkan di sini gak bisa, di luar itu tercatat, begitu masuk Indonesia, ini tidak tercatat karena memang ilegal," ujarnya dalam Konferensi Pers di Hotel Mercure, Jakarta, Jumat (31/3).

Dari data yang sama, diasumsikan ada sekitar 350.000 potong baju bekas yang beredar per harinya. Itu beredar di pasar lokal Indonesia.

"Tadi sudah disebutkan bahwa ini betul-betul memukul industri pakaian jadi yang IKM dan UKM, yang selama ini masuk ke pasar lokal," bebernya.

Beda Dengan Thrifting

Teten mengatakan, selama ini pakaian bekas ilegal yang banyak dijual kerap disejajarkan dengan istilah thrifting. Padahal, kata Teten, thrifting yang sarat dengan produk bermerek, dan porsinya tidak besar.

Menurutnya, keduanya punya pasar yang berbeda. Sehingga, dia meminta perlu ada pemisahan antara pasar thrifting dan pasar baju bekas ilegal yang kerap menyasar kelas menengah ke bawah.

"Ini beda marketnya, justru apalagi di kacau balaukan dengan pengertian thrifting. Jadi pakaian bekas selundupan ini kan masuk ke market pakaian jadi menengah bawah karena ini yang terkumpul. Sementara yang komunitas thrifting ini kan sebenarnya membeli pakiaan branded dari luar yang bekas. Itu kecil," jelasnya.

Solusi Mendag

Pemerintah memberi kelonggaran bagi pedagang kecil untuk menghabiskan stok pakaian bekas asal impor. Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menegaskan, pelonggaran ini bertujuan untuk menolong para pedagang kecil yang sudah terlanjur memiliki stok. Pelonggaran ini diberikan hingga stok yang dimiliki pedagang kecil habis.

Selanjutnya, pemerintah akan melakukan pendampingan bagi pedagang untuk beralih berjualan komoditas lainnya, terutama pakaian hasil produksi dalam negeri.

"Penyelundupan inilah yang diberantas aparat penegak hukum. Kami tadi sudah diskusi, khusus mengenai pakaian bekas, yang dikejar itu penyelundupannya," kata Mendag Zulkifli Hasan saat bertemu para pedagang pakaian bekas Asal impor di Blok III Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat hari ini, Kamis (30/3). 

Mendag Zulkifli Hasan menambahkan kelonggaran untuk terus berjualan menghabiskan stok adalah solusi jangka pendek untuk memberi kesempatan bagi para pedagang agar dapat mempersiapkan diri beralih berdagang komoditas lain.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi