Dirjen Pajak Suryo Utomo Akhirnya Buka-bukaan soal Pembubaran Komunitas Motor DJP

Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengatakan komunikasi Blesting Rijder DJP segera dibubarkan sesuai instruksi Sri Mulyani.

Anisyah Al Faqir
Oleh Anisyah Al Faqir - Reporter
Dirjen Pajak Suryo Utomo Akhirnya Buka-bukaan soal Pembubaran Komunitas Motor DJP
Dirjen Pajak Suryo Utomo. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati telah membubarkan klub motor gede (moge) yang ada di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. Pembubaran tersebut dilakukan beberapa saat setelah kasus anak mantan pejabat Ditjen Pajak yang hobi pamer di media sosial menjadi sorotan publik.

Direktur Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengatakan komunikasi Blesting Rijder DJP segera dibubarkan sesuai instruksi Sri Mulyani.

"Komunitas pengendara motor ya dengan sendirinya kami selesaikan, kelompok kami dibubarkan," kata Suryo dalam Liputan 6 Talks, dikutip Jumat (17/3).

Pembubaran klub moge ini sebagai bentuk upaya menjaga persepsi masyarakat yang tengah sensitif. Dia menyadari sebagai pejabat negara harus bisa memantaskan diri dalam bersikap, bertindak hingga memilih gaya hidup.

"Jadi kami menjaga persepsi masyarakat. Ada titik memang yang pantas untuk dijalankan atau mungkin kurang pas," kata dia.

Suryo menjelaskan, komunitas yang ada di DJP sangat beragam. Mulai dari sekadar hobi seni seperti bernyanyi dan menari, hobi olah raga bulu tangkis, lari, panahan dan sebagainya. Termasuk juga dengan hobi memancing sampai mainan klasik.

"Komunitas ini kan orang yang memiliki kesamaan hobi sebetulnya," kata dia.

Orang yang memiliki hobi ini pun berkumpul dan saling bercerita. Dalam kelompok hobi tersebut di sisi lain sebagai penguatan di internal instansi.

"Ini juga membantu menjaga kekompakan yang betul-betul kami inginkan ini, menjaga kekompakan pada waktu mereka memiliki hobi yang sama," kata dia.

Adanya komunitas ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Dengan perkumpulan hobi mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat seperti sosialisasi SPT tahunan. "Jadi cerita akan sosialisasi juga jadi ya seperti nyambi dan mengisi waktu," kata dia.

Dia pun bercerita tentang awal mula munculnya berbagai komunitas hobi di DJP. Katanya pegawai pajak ini berasal dari Sabang sampai Merauke. Mereka ada yang merantau, tinggal jauh dari keluarga. 

Lantaran tak bisa pulang setiap akhir pekan, akhirnya para pegawai pajak ini mencari alternatif lain untuk mendapatkan penghiburan. Salah satunya membentuk komunitas hobi tertentu di lingkungan DJP.

"Pertanyaannya, kalau Sabtu-Minggu mereka kemana? Pasti mencari sesuatu yang positif. Makanya dengan berkumpul tadi," kata dia.

Hanya saja, komunitas yang ada saat ini juga harus dijaga dari sisi kepantasan. Kepantasan tersebut nilainya bukan lagi penilaian internal, melainkan sudut pandang kepantasan dari masyarakat. 

"Tapi ukurannya beli kepantasan. Apakah ini baik untuk di lihat oleh masyarakat secara umum, nah itu yang dijalankan," pungkasnya.

Rekomendasi