Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Berencana Kembali Impor 500.000 Ton Beras

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah membuka peluang untuk kembali melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton. Nantinya, impor beras ini akan dilakukan usai masa panen raya.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Berencana Kembali Impor 500.000 Ton Beras
Bulog impor beras dari Vietnam. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah membuka peluang untuk kembali melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton. Nantinya, impor beras ini akan dilakukan usai masa panen raya.

"Maksud saya kita beli dulu (impor), nanti masuknya setelah panen raya tidak apa-apa," katanya kepada awak media di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Kamis (16/3).

Dia menyampaikan, impor dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan stok beras di tengah ancaman krisis pangan. Mengingat, serapan beras oleh Perum Bulog dinilai masih lebih rendah dari target yang ditetapkan.

"Sekarang stoknya ada, tapi tidak banyak. Harusnya Bulog sampai 1,2 (juta ton), tapi baru 35 ribu ton," ungkapnya.

Apalagi, banyak negara-negara produsen yang membatasi ekspor pangan di tengah ancaman krisis pangan akibat ketegangan geopolitik hingga perubahan iklim secara ekstrem. Sehingga, impor dinilai menjadi salah satu cara yang mau tidak mau dilakukan pemerintah demi mengamankan stok beras.

"Kita harus siap-siap, artinya kita harus punya cadangan di luar negeri kalau sewaktu-waktu diperlukan, nanti ada. Jangan sampai kita mau beli tidak ada barangnya," ucapnya.

Meski begitu, dia menjamin pelaksanaan impor beras sebanyak 500 ribu ton tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Mengingat, saat ini sejumlah sentra produksi beras akan memasuki panen raya. "Kita (impor) belum sekarang, masih panen raya, tidak boleh impor, kita tahu itu ya," pungkasnya.

Rekomendasi