Mendag: Banyak Pengguna Minyak Goreng Premium Pindah ke MinyaKita

Berdasarkan informasi yang dia terima dari perusahaan distributor minyak, omzet minyak goreng premium mengalami penurunan signifikan. Berbeda dengan Minyakita dengan omzet cukup stabil.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Mendag: Banyak Pengguna Minyak Goreng Premium Pindah ke MinyaKita
Mendag Zulkifli Hasan luncurkan Minyakita. ©Liputan6.com/Maulandy

Minyak goreng dengan harga murah, Minyakita mengalami kelangkaan di pasar. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut kelangkaan Minyakita disebabkan pengguna minyak goreng premium beralih ke Minyakita.

"Sekarang yang premium pindah (ke Minyakita)," ucap Zulkifli saat mendatangi gudang penyimpanan Minyakita di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (7/2).

Berdasarkan informasi yang dia terima dari perusahaan distributor minyak, omzet minyak goreng premium mengalami penurunan signifikan. Berbeda dengan Minyakita dengan omzet cukup stabil.

Distributor tersebut memasok ke toko-toko ritel moderen, dan masyarakat saat ini cenderung beralih ke Minyakita dibandingkan membeli minyak goreng premium. Sehingga, stok Minyakita di pasar tradisional tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

Minyakita adalah minyak goreng curah. Namun karena persepsi minyak curah tidak cukup bersih, maka minyak tersebut dikemas dan dilabeli Minyakita. Dan seharusnya, menurut Zulkifli, pembeli Minyakita adalah pembeli minyak curah.

Sebagai solusi saat ini, Kementerian Perdagangan menambah domestic market obligation (DMO) atau memprioritaskan kebutuhan pasar domestik, untuk Minyakita. Dari 300.000 ton per bulan menjadi 500.000 ton.

"Sekarang jalan keluarnya, yang pertama kita tambah dari 300.000 ke 500.000 ton per bulan saya sudah teken oke kemarin. Tapi tetap utamanya pasar rakyat, kalau lebih pasar rakyat baru bisa masuk ritel modern," ucapnya.

Rekomendasi