Kementerian Perhubungan melalui Juru Bicara Adita Irawati menyampaikan permohonan maaf atas kepadatan yang terjadi di Stasiun Manggarai, beberapa waktu lalu. Kepadatan terjadi diakibatkan eskalator dan lift yang tersedia tidak berfungsi.
Namun, Adita memastikan bahwa operasional eskalator dan lift pada Jumat (27/1) telah berfungsi dengan normal.
"Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan terkait kondisi eskalator dan lift di Stasiun Manggarai," ujar Adita, Jumat (27/1).
Adita menerangkan, perawatan eskalator dan lift bagi penumpang KRL Jabodetabek yang dilakukan oleh Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta telah selesai dikerjakan sejak Rabu (25/1).
Pekerjaan perawatan eskalator dan lift tersebut merupakan bagian dari peningkatan fasilitas penunjang stasiun dan dilakukan dengan mengganti komponen mesin yang perlu diperbaiki.
Dia menambahkan, seluruh rangkaian pekerjaan perawatan eskalator dan lift dilakukan pada saat malam hari secara bertahap untuk menghindari kepadatan serta penumpukan penumpang.
Advertisement
"Saat ini tersisa satu unit eskalator di pintu barat Stasiun Manggarai (Stasiun Bandara) yang masih dilakukan perawatan, dan tidak akan berdampak signifikan kepada perjalanan penumpang KRL Jabodetabek," ucap Adita.
Sebelumnya, di media sosial ramai keluhan masyarakat pengguna KRL Jabodetabek, terhadap kekondusifan Stasiun Manggarai. Dalam unggahan video ataupun gambar, menunjukan bahwa alur penumpang untuk berpindah peron sangat padat tanpa jarak.
Sebuah akum pengguna Twitter mengkritik bahwa Kementerian Perhubungan justru lebih mempertimbangkan estetika fasad stasiun ketimbang alur penumpang KRL Jabodetabek saat berpindah peron.